Bencana Hidrometeorologi Ancam 12 Kecamatan di KBB, BPBD Ungkap Penyebarannya

Bencana hidrometeorologi tengah mengancam sejumlah daerah termasuk Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyusul intensitas curah hujan yang terjadi pada awal November 2023.

Bencana Hidrometeorologi Ancam 12 Kecamatan di KBB, BPBD Ungkap Penyebarannya
Bencana hidrometeorologi tengah mengancam sejumlah daerah termasuk Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyusul intensitas curah hujan yang terjadi pada awal November 2023./istimewa

INILAHKORAN, Ngamprah - bencana Hidrometeorologi tengah mengancam sejumlah daerah termasuk Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyusul intensitas curah hujan yang terjadi pada awal November 2023.

Menanggapi ancaman bencana hidrometeorologi tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal meningkatkan kewaspadaan dari berbagai lini.

"Sekarang sudah memasuki awal musim hujan, tentunya diperlukan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, maupun angin kencang," kata Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Arsan Latif, Rabu 1 November 2023.

Salah satunya, sebut Arsan, peningkatan koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD), salah satunya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB.

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan guna memudahkan saat mengambil langkah antisipasi maupun penanganan bencana.

"Pembahasan dengan BPBD sudah kami lakukan untuk mengantisipasi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi," ujarnya.

Selai itu, kata Arsan, pemetaan daerah rawan bencana sangat diperlukan agar bisa meminimalisir terjadinya korban jiwa maupun kerugian materi yang lebih besar.

"Kami akan segera mengumpulkan para camat untuk melakukan pemetaan kawasan yang rawan longsor. Karena pemerintah harus menyiapkan segala kemungkinan dalam menghadapi musim hujan," ujarnya.

Arsan mengingatkan, masyarakat harus waspada, jika melihat ada potensi bencana sebaiknya mengungsi ke tempat aman, terlebih saat hujan deras melanda.

"Mengingat sekarang mulai memasuki musim hujan, oleh karena itu, masyarakat diimbau senantiasa berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terkait potensi banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KBB, Jarot Prasetyo menyebut, berdasarkan data pihaknya sebanyak 12 kecamatan dari 16 kecamatan yang ada di Bandung Barat masuk dalam kategori rawan bencana hidrometeorologi.

"Hanya 4 kecamatan dari total 16 kecamatan yang tidak masuk kategori rawan," sebutnya.

Secara rinci Jarot menuturkan, adapun kecamatan yang masuk kategori rawan bencana hidrometeorologi adalah Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, Cililin, Cipatat Saguling, Cisarua, Parongpong, Lembang, dan Ngamprah.

"Sementara itu untuk empat kecamatan lainnya, yaitu Batujajar, Padalarang, Cipeundeuy, dan Cikalongwetan potensi bencana hidrometeorologinya lebih rendah," tuturnya.

Jarot pun mengimbau kepada masyarakat akan potensi bencana hidrometeorologi pada masa peralihan dari kemarau ke musim hujan.

"Kami sudah memiliki peta daerah rawan longsor dan banjir. Sangat membantu kita dalam melakukan mitigasi," tandasnya. *** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana