Beras Mengalir Harapan Bergulir

BANTUAN pangan bukan sekadar soal menerima. Ada harapan agar beras dan bibit ayam tumbuh menjadi jalan menuju kemandirian.

Beras Mengalir Harapan Bergulir
TERIMA BANTUAN: Melalui program Partisipasi Kawal Bansos Ketahanan Pangan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat turun langsung melakukan verifikasi penerima manfaat di Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta baru-baru ini. Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) kategori Desil 1-5 menerima bantuan 1.500 kilogram beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).

Karung-karung beras datang bersama harapan agar dapur tetap mengepul. Bagi sebagian keluarga di Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, bantuan pangan bukan hanya soal apa yang bisa dimakan hari ini, tetapi juga tentang bagaimana keluarga bisa bertahan untuk hari-hari berikutnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui program Partisipasi Kawal Bansos Ketahanan Pangan turun langsung memastikan bantuan tersebut sampai kepada keluarga yang membutuhkan. Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) kategori Desil 1-5 menerima 1.500 kilogram beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).

Bantuan tidak berhenti pada beras. Sebanyak 30 KK lainnya mendapatkan 300 ekor bibit ayam atau Day Old Chick (DOC). Bibit tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pangan sekaligus membuka peluang usaha sederhana dari lingkungan rumah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat Linda Al Amin mengatakan, bantuan dirancang tidak sekadar menjawab kebutuhan pangan sesaat. Ada upaya untuk mendorong keluarga penerima agar perlahan memiliki sumber pangan dan penghasilan yang lebih mandiri.

“Kami ingin bantuan pangan membuka peluang bagi masyarakat untuk semakin mandiri. Bantuan DOC ini diharapkan menjadi sumber pangan sekaligus potensi pengembangan usaha rumah tangga apabila dikelola dengan baik,” katanya.

Program tersebut merupakan kolaborasi DKPP Jawa Barat dan Dinas Sosial Jawa Barat. Sasaran utamanya adalah kelompok masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi penerima.

Karena itu, setelah penyaluran bantuan, pekerjaan belum selesai. Tim gabungan melanjutkan langkah dengan melakukan pengawasan dan verifikasi faktual ke lapangan.

Sejumlah rumah warga didatangi untuk melihat langsung kondisi penerima. Tim juga melakukan ground check terhadap keluarga Desil 1 yang berdasarkan data belum menerima bantuan.

Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk mencocokkan data dengan kenyataan. Sebab, angka dalam daftar penerima bisa saja tidak lagi sepenuhnya menggambarkan kondisi keluarga yang sebenarnya.

“Kegiatan kawal bansos ini bukan sekadar memastikan bantuan tersalurkan, tetapi mengecek langsung kondisi penerima di lapangan. Kita ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata,” ujar Linda. (gin)


Editor : Inilahkoran