Bersiap Hadapi PTM, DPRD Kota Bogor Minta Dinas Pendidikan Laporan Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh

DPRD Kota Bogor meminta Disdik segera melaporkan hasil evaluasi PJJ sebagai bahan pertimbangan jelang PTM

Bersiap Hadapi PTM, DPRD Kota Bogor Minta Dinas Pendidikan Laporan Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor Endah Pureanti meminta Disdik Kota Bogor laporkan hasil evaluasi PJJ

INILAHKORAN, Bogor,-DPRD Kota Bogor meminta Dinas Pendidikan (Disdik) melaporkan laporan evaluasi hasil pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Hal itu tak lain untuk menjadi pertimbangan dan pijakan dalam menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bogor.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Endah Pureanti mengungkapkan, pihaknya meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor untuk menyerahkan laporan evaluasi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Hal itu menurut Endah, dilakukan karena saat ini Kota Bogor sudah memulai pembelajaran tatap muka (PTM).

"Kami dari Komisi IV ingin mengetahui bagaimana laporan PJJ yang sudah berjalan selama kurang lebih dua tahun. Nantinya kan evaluasi ini akan menjadi landasan dalam menjalankan PTM juga," ungkap Endah, Selasa, 12 Oktober 2021.

Baca Juga: Tambah Fasilitas Kesehatan, Pemkot Bandung Dukung Reaktivasi RS Sukapura

Endah menerangkan, laporan evaluasi ini harus berisikan laporan pelaksanaan kurikulum pembelajaran, proses penilaian dan hal teknis terkait pembelajaran.

Karena menurutnya akan berbeda kurikulum dan metode pembelajaran serta penilaian yang dilakukan antara PJJ dan PTM.

"Didalamnya harus ada juga laporan terkait pemantauan kesehatan mental anak-anak. Jangan sampai, saat PTM digelar, anak-anak langsung dibebankan tugas yang menumpuk, sehingga mengganggu kesehatan mental mereka," terang politisi PKS Kota Bogor ini.

Endah membeberkan, kesehatan mental menurutnya menjadi penting, mengingat berdasarkan data dari survey yang dilakukan IPB University, menunjukkan munculnya penyakit baru di masyarakat selama pandemi Covid-19 berlangsung. Yaitu penyakit mental dan hipertensi.

Baca Juga: Jabar Pimpin Klasemen Medali PON XX Papua, Netty: Jaga Kemenangan dengan Tetap Prokes

"Lebih lanjut, data menunjukkan mahasiswa mengalami penyakit mental paling banyak. Sedangkan ibu rumah tangga, tokoh agama, pensiunan dan pengusaha perorangan mengalami penyakit hipertensi paling banyak," bebernya.

Atas dasar hal tersebut, Endah meminta agar Pemkot Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dan Disdik Kota Bogor menyiapkan penanganan secara serius.

"Ini pendekatan kami untuk aspek kesehatan berupa obat dan sebagainya harus ditingkatkan," pungkasnya.***(Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran