Bertambah Lagi, Kasus Positif di Kadungora dan Leuwigoong 

Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus bertambah menjadi sebanyak 25 kasus, akhir pekan lalu.

Bertambah Lagi, Kasus Positif di Kadungora dan Leuwigoong 
net

INILAH, Garut - Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus bertambah menjadi sebanyak 25 kasus, akhir pekan lalu.

Hal itu menyusul dua kasus baru warga terkonfirmasi positif Covid-19 asal Kecamatan Kadungora, dan Kecamatan Leuwigoong.

Pasien baru positif Covid-19 asal Kecamatan Kadungora seorang perempuan berusia 47 tahun atau KC-24 diduga tertular dari suaminya (KC-19 berusia 52 tahun) yang terlebih dahulu dinyatakan positif dan kini sedang dirawat di RSU dr Slamet Garut.

Sedangkan pasien baru positif Covid-19 lainnya asal Kecamatan Leuwigoong seorang lelaki berusia 45 tahun atau KC-25.

Dengan demikian, hingga kini, sudah dua kasus positif Covid-19 ditemukan di Kecamatan Kadungora. Demikian pula kasus positif di Kecamatan Leuwigoong menyusul kasus positif Covid-19 sebelumnya yang juga seorang pria berusia 31 tahun, atau KC-17.

Berbeda halnya dengan KC-24 yang penularannya lokal, KC-25 diduga kuat tertular Covid-19 di Jakarta.

Menurut Wakil Bupati Garut yang juga Ketua IV Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Helmi Budiman, KC-25 dari Jakarta. Dia pulang ke Garut setelah sempat diperiksa di sana pada 8 Juni 2020 dan hasilnya baru keluar sekarang.

"KC-15 dari Jakarta, diperiksa di sana. Setelah diperiksa, beberapa waktu lalu, pulang ke Garut, dan hasilnya baru hari ini. Positif," ujar Helmi.

Guna mencegah penyebaran Covid-19 menyusul temuan kedua kasus positif di Kecamatan Kadungora tersebut, kata Helmi, Pemkab Garut akan memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) di sekitar tempat tinggal pasien terkonfirmasi positif. Ada sekitar 80 kepala keluarga terkena PSBM tersebut.

Helmi kembali meminta masyarakat tetap mematuhi protokol keseahatan seperti dianjurkan pemerintah. 

Dia khawatir ada klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut jika masyarakat mengabaikan protokol kesehatan.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita menambahkan KC-24 asal Kadungora yang tertular dari suaminya itu semula berstatus orang tanpa gejala (OTG). 

"Hari ini juga dilakukan penjemputan pasien untuk dirawat di RSU dr Slamet Garut," ujarnya.

Sedangkan KC-25 asal Leuwigoong, kata Yeni, merupakan pedagang di Jakarta. Dia mengikuti screening di Jakarta sebelum pulang ke Garut, dan ternyata hasilnya positif Covid-19. (Zainulmukhtar)


Editor : Doni Ramdhani