Besaran LADK Dinilai Tak Rasional, Hengki Kurniawan Minta Semua Paslon Transparan
Calon Bupati Bandung Barat (KBB) nomor urut 3 Hengki Kurniawan meminta semua paslon agar transparan dalam menyampaikan Laporan Dana Awal Kampanye (LADK) Pilkada Serentak 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Calon Bupati Bandung Barat (KBB) nomor urut 3 Hengki Kurniawan meminta semua Paslon agar transparan dalam menyampaikan Laporan Dana Awal Kampanye (LADK) Pilkada Serentak 2024.
Pasalnya, Hengki Kurniawan menilai ada sejumlah pasangan calon yang mencantumkan LADK dengan besaran yang tidak rasional.
Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan telah menerima Laporan Dana Awal Kampanye (LADK) dari lima pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat.
Berdasarkan dokumen LADK itu, pasangan calon nomor urut 1 Didik Agus Triwiyono-Gilang Dirgahari (DILAN) memiliki saldo awal sebesar Rp500 ribu. Kemudian disusul pasangan nomor urut 2 Jeje Ritchie Ismail-Asep Ismail (BERJAMAAH) memiliki saldo sebesar Rp100 ribu.
Pasangan nomor urut 3 Hengky Kurniawan-Ade Sudrajat (HADE) memiliki saldo sebesar Rp20 juta. Lalu pasangan nomor urut 4 Edi Rusyandi-Unjang Asari (EDUN) memiliki saldo sebesar Rp1 juta. Terakhir, pasangan nomor urut 5 Sundaya-Asep Ilyas memiliki saldo Rp200 ribu.
"Setoran awal kami 20 juta nanti kami akan bukukan. sebelum resmi kami juga kan ada pemasangan APS dan lainnya," kata Hengki Kurniawan saat ditemui wartawan belum lama ini.
Calon bupati yang berpasangan dengan Ade Sudrajat itu menuturkan, dana awal yang disampaikan ke KPU Bandung Barat terhitung sejak dimulainya masa kampanye pada 23 September 2024 kemarin. Namun sebelum itu, diakuinya juga ada pengeluaran untuk keperluan awal, seperti Alat Peraga Sosialisasi (APS) dan lainnya.
Menurutnya, anggaran sebesar Rp20 juta yang dilampirkan dalam LADK itu disebut-sebut cukup realistis mengingat banyaknya kebutuhan dalam pelaksanaan kampanye.
Meski begitu, dirinya pun enggan untuk mengomentari terkait penyampaian LADK dari keempat Paslon lainnya. Sebab hal itu bukan ranahnya, karena menyangkut dapur masing-masing pasangan.
"Kalau yang lain ada yang Rp100 ribu dan lainnya itu kan dapurnya masing-masing. Tapi semuanya kan harus dipertanggung jawabkan," ujarnya.
"Jadi bisa dilihat secara rasional. Dari baliho yang terpasang dari kegiatan yang dilakukan dan sebagainya," sambungnya.
Ditanya terkait asal anggaran kampanye pasangan HADE untuk Pilkada Serentak 2024, Hengki mengaku, dirinya bersama Cawabup Ade Sudrajat tidak mengandalkan dari besaran anggaran yang disiapkan individu maupun partai politik.
Sebab, indikator kemenangan tak ditentukan dengan besar kecilnya anggaran.
"Kami ingin menyampaikan ke masyarakat pasangan HADE itu bukan hadir dari kalangan konglomerat tapi kami insyaallah hadirkan masa depan yang lebih baik untuk Bandung Barat," ujarnya.
"Memang semuanya butuh uang tapi banyak faktor untuk menang," pungkasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

