Bey Machmudin Harap Koperasi Mampu Jadi Ujung Tombak Pemberantasan Pinjol dan Bank Emok

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin berharap, Peringatan Hari Koperasi ke 77 yang dilaksanakan di Kabupaten Karawang Jumat lalu, menjadi momentum dimana koperasi dapat jadi ujung tombak pemberantasan pinjaman online (Pinjol) dan Bank Emok.

Bey Machmudin Harap Koperasi Mampu Jadi Ujung Tombak Pemberantasan Pinjol dan Bank Emok

INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin berharap, Peringatan Hari koperasi ke 77 yang dilaksanakan di Kabupaten Karawang Jumat lalu, menjadi momentum dimana koperasi dapat jadi ujung tombak pemberantasan pinjaman online (Pinjol) dan bank emok.

Sebab dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jabar kata dia turut melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan Agriterra, guna menyokong modal supaya koperasi dapat berkembang.

Terlebih pinjaman yang diberikan lanjut Bey Machmudin sangat ringan, karena bunganya hanya 3 persen per tahun. Sehingga diharapkan mampu mendongkrak koperasi, sekaligus menekan Bank Emok dan judol.

"Itu untuk membantu pengembangan koperasi dan UMKM dan juga yang paling penting adalah penekanan untuk 'Bank Emok', pinjol, dan judol. Dengan bantuan ini bisa lebih masif membantu masyarakat," ujarnya di Kota Bandung.

Dia melanjutkan, PIP sudah siap menggelontorkan anggaran sebesar Rp10 triliun, sebagai komitmen membantu masyarakat Jawa Barat.

"Mereka punya anggaran Rp10 triliun dan maka komitmen akan membantu Jawa Barat dan segera akan turun," ucapnya.

Selain itu, Bey Machmudin mengaku juga telah meminta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Jabar untuk mengetatkan izin usaha koperasi simpan pinjam dan mengedukasi masyarakat.

Sebab, kerap ditemukan Bank Emok yang berkedok koperasi simpan pinjam. Akibatnya, masyarakat yang membutuhkan dana untuk usaha malah terjerat pinjaman dengan bunga yang tinggi.

"Sudah kami instruksikan ke Dinas Koperasi untuk melakukan pengetatan dan juga edukasi ke masyarakat bahwa ada koperasi yang betul-betul bunganya untuk membantu masyarakat. Jadi masyarakat lebih tahu mana yang sebaiknya dipinjam atau melakukan simpan pinjam," kata dia.

Sebagai informasi, Pemprov Jabar telah merilis program e-Monev Keterbukaan Informasi Publik pada Selasa (9/7/2024). Salah satu fungsi program yakni untuk menyebarluaskan informasi tentang bahaya 'Bank Emok' atau rentenir, pinjol, dan judol. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti