Duh, Target APBD Jabar 2025 Turun Signifikan
Target APBD Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2025 dipastikan turun signifikan, hanya sebesar Rp30,4 triliun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - apbd'>target apbd Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2025 dipastikan turun signifikan, hanya sebesar Rp30,4 triliun.
Ini diungkapkan dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Jabar bersama Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin, kala membahas rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) di Kantor DPRD Jabar, Kota Bandung baru-baru ini.
"Tadi tentang rancangan KUA PPAS, anggaran 2025. Jadi apbd tahun depan turun Rp30,4 triliun," ujar Pj Gubernur Bey Machmudin.
Dia melanjutkan, selain belanja tetap seperti gaji pegawai. apbd 2025 tetap akan berfokus pada beberapa program strategis, seperti penanganan kemiskinan dan stunting.
Termasuk akselerasi pembangunan TPPAS Legoknangka, Kabupaten Bandung yang diharapkan segera terealisasi pembangunannya, guna mengejar target rampung di akhir 2028.
"Intinya program-program harus tercapai," ucapnya.
Sementara Anggota Banggar DPRD Jabar Daddy Rohanady menyampaikan, turunnya apbd'>target apbd imbas dari adanya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD) terhadap apbd.
Dimana perhitungan bagi hasil dari pajak kendaraan bermotor (PKB) yang sebelumnya 70 persen untuk provinsi dan 30 persen bagi kabupaten/kota, di UU HKPD diubah 40 persen untuk provinsi dan 60 persen ke kabupaten/kota.
Ini juga berdampak dengan porsi bantuan keuangan (Bankeu) dari pemerintah provinsi, ke pemerintah kabupaten/kota.
"Kita alami turbulensi di volume pendapatan sekitar Rp6 triliun. Dengan begitu, kemudian ada kebijakan kemarin dari kesepakatan Bappeda, TAPD, akhirnya yang terjadi SIPD terjadi pengurangan pada pos bantuan keuangan ke kabupaten/kota," terangnya.
Lebih lanjut Daddy menerangkan, belanja apbd 2025 tidak akan berbeda jauh pada sebelumnya. Dimana fokus belanja masih pada kesehatan dan pendidikan. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

