Bey Machmudin Minta Wahyu Mijaya Jadikan Kabupaten Cirebon Contoh Terbaik PPDB

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meminta Wahyu Mijaya menjadikan Kabupaten Cirebon, jadi contoh terbaik dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024.

Bey Machmudin Minta Wahyu Mijaya Jadikan Kabupaten Cirebon Contoh Terbaik PPDB
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meminta Wahyu Mijaya menjadikan Kabupaten Cirebon, jadi contoh terbaik dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024.

INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meminta Wahyu Mijaya menjadikan Kabupaten Cirebon, jadi contoh terbaik dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024.

Wahyu Mijaya yang dilantik sebagai Pj Bupati Cirebon, menggantikan pasangan Imron Rosyadi dan Wahyu Tjiptaningsih, berdasarkan Keputusan Mendagri RI Nomor 100.2.1.3-1075 tahun 2024 tentang Pelantikan Penjabat Bupati Cirebon, tetap sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Maka dari itu kata Bey Machmudin, Wahyu Mijaya harus mampu membuat PPDB di Kabupaten Cirebon menjadi yang terbaik dari kabupaten/kota lainnya.

"Karena anda adalah Kepala Dinas Pendidikan, jadikan Kabupaten Cirebon contoh terbaik dalam PPDB tahun ini. Saya harap amanah yang sudah diberikan dapat membawa kemajuan bagi Cirebon. Harapan masyarakat tertumpu pada saudara, selaku pimpinan daerah," ujar Bey Machmudin dalam sambutannya dalam pelantikan Pj Bupati Cirebon di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 17 Mei 2024.

Tidak hanya itu, Bey Machmudin turut mengingatkan akan integritas dan transparansi dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah. Sebab menurutnya, kepimpinan yang kuat harus didasari prinsip moral tinggi dan kejujuran tak tergoyahkan.

Komitmen dalam melayani masyarakat sambung Bey Machmudin, juga harus dilakukan dengan penuh dedikasi. Sinergitas antar stakeholders juga harus bisa dilakukan Wahyu selama menjadi Pj Bupati Cirebon.

Sebab, hal tersebut diakuinya menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dan masalah kompleks seperti pengangguran, kemiskinan, sampah, pangan serta perubahan iklim.

"Pastikan kebijakan yang diambil akan melibatkan partisipasi aktif semua pihak," ucapnya.

Selain itu, Bey Machmudin juga turut mengingatkan mengenai netralitas ASN  mengingat pada 27 November mendatang akan dilakukan kontestasi Pilkada serentak 2024.

"Ingatkan integritas dan profesionalisme adalah pondasi dasar ASN dalam melaksanakan tugas. Tunjukkan netralitas sesuai undang-undang dan peraturan berlaku," pintanya.

Sementara Wahyu Mijaya mengaku siap menjalankan instruksi dari Pj Gubernur Jabar, mengenai integritas, kejujuran, kolaborasi dan menjaga netralitas ASN di Pilkada serentak 2024.

"Program yang sudah dilakukan dengan baik, kita akan lanjutkan dan  kita coba cari juga untuk mengoptimalkan semua rencana target yang ada di Cirebon bisa diakselerasi," ujarnya.

Sambil adaptasi sambung dia, beberapa persoalan dan rencana pembangunan akan dipetakan. Termasuk upaya menjadikan Kabupaten Cirebon jadi contoh terbaik pelaksanaan PPDB 2024.

"Kami akan berupaya dengan Disdik Cirebon, kita akan coba pelajari apa saja yang sudah dilakukan di Kabupaten Cirebon. Intinya kita menyelaraskan apa yang diperintahkan Pak Gubernur.  Sinergi, kolaborasi jadi bagian harus kita sama-sama bangun disana," paparnya.

Demikian pula sejumlah potensi yang ada di Kabupaten Cirebon lanjut Wahyu, seperti budaya dan pariwisata juga bakal digenjot supaya bisa memberi kontribusi bagi daerah.

"Sambil nanti kita akan komunikasi dengan perangkat daerah, apa saja yang nanti sama-sama bisa kita optimalkan," tandasnya. (Yuliantono)***


Editor : JakaPermana