Dampak Longsor di Gununghalu KBB, Puluhan Kepala Keluarga Terpaksa Diungsikan
Bencana tanah longsor yang menerjang Desa Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa 14 Mei 2024 menyisakan duka mendalam bagi warga yang terdampak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Bencana tanah Longsor yang menerjang Desa Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa 14 Mei 2024 menyisakan duka mendalam bagi warga yang terdampak.
Betapa tidak, sedikitnya sebanyak 35 kepala keluarga (KK) yang tercatat warga Kampung Ciroke, Desa Sindangjaya terpaksa harus tinggal di pengungsian.
Mereka kini tinggal di Madrasah Rojaul Huda, Kampung Leuwibaru, Desa Sindangjaya. Namun, ada sebagian lagi mengungsi ke rumah kerabatnya.
"35 KK yang mengungsi itu tak seluruhnya terdampak longsor. Sebagian ikut mengungsi karena rumahnya terancam longsor susulan," kata Camat Gununghalu, Hari Mustika saat dihubungi.
"Kemudian ada yang rumahnya terancam jadi ikut mengungsi. Kemudian ada dari Kampung Cinangkod juga," sambungnya.
Hari menjelaskan, di Desa Sindangjaya sendiri, rumah yang rusak terdampak longsor ada 11 rumah. Rinciannya 7 rumah rusak ringan, serta 4 rumah rusak berat. Sementara 42 rumah terancam longsor susulan.
"Yang rumahnya terancam itu tidak semua mengungsi ke madrasah, tapi ada yang ke rumah anak dan saudaranya," jelasnya.
"Potensi longsornya sangat besar, dari tebing setinggi 400 meter di belakang rumah mereka," sambungnya.
Kemudian di Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, longsor yang terjadi di hari yang sama membuat 3 KK atau 8 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat mereka karena rumahnya rusak diterjang longsor.
"Kemudian di Desa bunijaya, ada 3 KK atau sekitar 8 jiwa mengungsi di rumah anak dan keluarganya. Jadi 3 rumah rusak ringan, tapi mereka khawatir juga longsor susulan," sebutnya.
Hari menuturkan, warga yang mengungsi terkadang kembali ke rumah mereka di siang hari dan di saat cuaca cerah. Mereka bakal kembali ke pengungsian jika hujan deras mengguyur.
"Jadi yang murni menetap di pengungsian setengahnya atau yang rumahnya benar-benar rusak," ucapnya.
"Nah pengungsi yang rumahnya terancam, itu hanya mengungsi disaat cuaca buruk. Kalau cuaca bagus, mereka pulang ke rumah. Hanya barang-barangnya sudah dibawa ke pengungsian dan ada juga yang disimpan di rumah keluarga mereka," tambahnya.
BPBD Bandung Barat sendiri mencatat tiga kejadian longsor menerjang dua desa di wilayah Kecamatan Gununghalu dan Kecamatan Rongga, di hari yang sama, Selasa (14/5/2024).
Longsor pertama terjadi Desa Sindangjaya, Kecamatan Gunghalu, KBB. Dampaknya ada 11 rumah rusak kategori ringan hingga berat, lalu 50 hektare sawah tertimbun longsor, 42 ruman terancam longsor susulan, serta ratusan jiwa warga mengungsi. Longsor kedua terjadi di Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu. Ada 3 rumah rusak yang dihuni oleh 3 KK atau 8 jiwa.
Longsor ketiga terjadi di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, KBB. Dampaknya 1 rumah rusak ringan, 2 rumah rusak berat, dan 9 rumah terancam. Total ada 12 KK atau 34 jiwa yang terdampak.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana

