Bey Machmudin Pastikan Kredit Jabar Caang Tidak Ganggu Program Pusat

Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin memastikan, program Kredit Jabar Caang tidak akan mengganggu dan berbenturan dengan program pusat.

Bey Machmudin Pastikan Kredit Jabar Caang Tidak Ganggu Program Pusat
Bey Machmudin menjelaskan, program Kredit Jabar Caang berupa akses pinjaman dengan bunga ringan memang diperuntukkan untuk mencetak wirausahawan baru yang sebelumnya telah mendapatkan serangkaian pelatihan. Bukan untuk pelaku usaha yang telah eksisting, namun tengah memiliki kendala dalam modal. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin memastikan, program Kredit Jabar Caang tidak akan mengganggu dan berbenturan dengan program pusat.

Bey Machmudin menjelaskan, program Kredit Jabar Caang berupa akses pinjaman dengan bunga ringan memang diperuntukkan untuk mencetak wirausahawan baru yang sebelumnya telah mendapatkan serangkaian pelatihan. Bukan untuk pelaku usaha yang telah eksisting, namun tengah memiliki kendala dalam modal.

Sehingga, kata Bey Machmudin, para penerima manfaat program Kredit Jabar Caang telah dipersiapkan dan tidak akan membebani program pemerintah pusat untuk menghapus utang petani, nelayan dan UMKM yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47/2024 tentang penghapusan piutang macet kepada UMKM.

"Yang dihapuskan kan yang macet dan sebagainya," kata Bey Machmudin di Kota Bandung, Kamis 14 November 2024.

Pemprov Jabar lanjut dia, dalam mengimplementasikan program Kredit Jabar Caang tentunya akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Supaya tidak terjadi kendala dalam pelaksanaannya.

Maka dari itu dalam aplikasinya kelak kata dia, baru akan dieksekusi setelah ada ketentuan resmi dari pemerintah pusat, dalam program penghapusan hutang untuk nelayan, petani dan UMKM.

"Tapi nanti supaya inline dengan pemerintah pusat seperti apa, jadi akan menyesuaikan," ucapnya.

Kredit Jabar Caang akronim dari cepat, aman, bunga ringan sejatinya menyasar kalangan ibu rumah tangga di desa-desa.

Melalui bantuan penetrasi dari Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten/kota, diharapkan program tersebut dapat terakselerasi maksimal.

Ibu rumah tangga kelak akan mendapatkan serangkaian pelatihan, baik manajemen bisnis, marketing, promosi digital, serta kontinuitas. 

Targetnya, di 2025 hadir 600 ribu wirausahawan baru dari 27 kota/kabupaten dari Jawa Barat. 


Editor : Doni Ramdhani