Bey Machmudin Pastikan 'Tim Kecil' Transisi ASN Pilihan yang Profesional
Tampuk pimpinan di Pemprov Jabar dalam waktu dekat akan bergeser, dari Pj Gubernur Bey Machmudin ke pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Tampuk pimpinan di Pemprov Jabar dalam waktu dekat akan bergeser, dari Pj Gubernur Bey Machmudin ke pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan.
Guna memudahkan masa transisi kepemimpinan ini, Bey Machmudin mengaku telah membuat 'tim kecil' yang terdiri dari beberapa ASN di lingkungan Pemprov Jabar.
Dia pun memastikan, 'tim kecil' yang telah dibentuk adalah orang pilihan dan akan bekerja secara profesional untuk memudahkan komunikasi.
"Pak Demul kan tidak membuat tim transisi. Nah saya bentuk beberapa orang terpilih untuk supaya mudah koordinasi. Mereka profesional yang akan memberikan informasi objektif," ujar Bey Machmudin di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 13 Januari 2025.
Jumlahnya lanjut dia, kurang dari 20 orang yang diharapkan dapat membantu menjembatani komunikasi antara Pemprov Jabar saat ini dengan Dedi-Erwan.
"ASN Pemprov. Kurang dari 20. Enggak terlalu banyak. Jadi supaya kalau ada pertanyaan dari Pak Dedi Mul, tidak mengganggu. Saya sampaikan ke Pak Dedi Mulyadi, jadi tanyakan kepada mereka," ucapnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi dan Bey Triadi Machmudin bertemu di Gedung Sate, Jumat pekan lalu. Pertemuan ini dilakukan keduanya usai Dedi ditetapkan menjadi pemenang Pilkada oleh KPU Provinsi Jawa Barat.
Usai pertemuan ini, Bey mengatakan, akan tetap membuat tim kecil untuk masa transisi dan mempermudah komunikasi dengan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan. Hal ini tetap dilakukan, guna mempercepat kinerja dari gubernur dan wakil gubernur definitif.
"Kami membentuk tim kecil, agar komunikasi bisa lebih berjalan lancar dan mulus lagi," katanya.
Sementara, Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi memastikan tidak akan membentuk tim transisi untuk mengawali kerjanya sebagai gubernur definitif nantinya. Ia mengatakan enggan melibatkan banyak orang dalam masa peralihan tersebut.
"Nggak akan (bentuk tim transisi). Tim transisi buat apa, itu kan bisa dilakukan, jangan nambah lagi banyak orang, tim transisi dari mana," ucapnya.
Dedi juga memastikan akan memanggil seluruh OPD di Jawa Barat untuk memaparkan rencana kerja dan targetnya, termasuk soal peruntukan anggaran yang dialokasikan agar digunakan tepat sasaran demi kepentingan rakyat.
"Kemudian juga pimpinan dewan akan saya temui dan kita bicara dengan eksekutif, eksekutif paparin anggarannya kepada saya. Saya nggak mau bikin tim transisi, nanti tim transisinya nggak ngerti lagi," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

