Bey Machmudin Sayangkan Ulah Oknum Bobotoh yang Rusak Mobil Warga
Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin menyayangkan ulah oknum bobotoh, yang melakukan pengrusakan mobil warga ketika merayakan kemenangan Persib Bandung, Jumat pekan lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin menyayangkan ulah oknum bobotoh, yang melakukan pengrusakan mobil warga ketika merayakan kemenangan Persib Bandung, Jumat pekan lalu.
Bey Machmudin berharap, para bobotoh dapat lebih dewasa ketika mengungkapkan kesenangan, tanpa harus merusak properti milik orang lain karena nomor polisi atau plat nomor di luar Jabar.
"Saya agak sedih dengarnya. Harusnya bobotoh beri yang terbaik. Kita harus mengedukasi, supaya tidak sewenang-wenang," ujar Bey Machmudin dalam sambutannya di acara bertajuk Kadedeuh untuk Persib Juara BRI Liga 1 2023/2024 di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 4 Juni 2024.
Dalam situasi apapun lanjut dia, sebisa mungkin harus berjalan sempurna tanpa cela. Demikian pula seperti yang diupayakan Pemprov Jabar, ketika mendapat keluhan atas gangguan di situs Disdik kemarin.
"Harus zero mistake. Seperti PPDB kemarin error. Langsung banyak laporan ke media sosial. Itu kenyataan yang harus kita hadapi. Kami terbuka di media sosial," ucapnya.
Sementara korban pengrusakan pemecahan kaca mobil, Vivi bercerita kala itu dia bersama suami dan kedua anaknya baru habis melakukan nonton bareng di kawasan Pajajaran.
Ketika pulang lanjut Vivi, di sekitar kawasan Jalan Garuda mobilnya dihentikan oleh oknum bobotoh, dimana memecahkan kaca tengah bagian kanan.
"Karena mobil plat B, dicegat di jalan. Ada yang nyamperin, mukul kaca dan dorong mobil," tuturnya.
Suami Vivi, Fani melanjutkan pihaknya berharap kejadian serupa tidak lagi terulang di kemudian hari. Selain itu, dia juga mendorong agar ada hukuman sebagai efek jera.
"Anak sempat demam. Luka fisik enggak ada. Mudah-mudahan tidak ada trauma. Kita sadar, kemarin oknum bukan mempresentasikan keseluruhan. Bobotoh yang bageur banyak. Cukup, hanya kita saja yang terakhir," pungkasnya. (Yuliantono)***
Editor : JakaPermana

