Biasa Dijadikan Lalapan hingga Sayur Sop, Ini 8 Manfaat Kol untuk Kesehatan

Ada 8 manfaat kesehatan dari konsumsi sayuran kol baik itu secara mentah atau matang melalui proses masak.

Biasa Dijadikan Lalapan hingga Sayur Sop, Ini 8 Manfaat Kol untuk Kesehatan
Ilustrasi berbagai jenis kol.

INILAHKORAN, Bandung - Kol adalah makanan yang sangat sehat. Biasanya dikonsumsi sebagai lalapan, tumisan hingga sop.

Kol atau Kubis ini memiliki profil nutrisi yang luar biasa dan sangat kaya akan vitamin C dan K. Mengonsumsi kol bahkan dapat membantu menurunkan risiko penyakit tertentu, meningkatkan pencernaan, dan meredakan peradangan.

Selain itu, kol merupakan tambahan yang lezat dan murah untuk sejumlah resep. Dengan begitu banyaknya potensi Manfaat kesehatan, mudah dipahami mengapa kubis layak mendapat perhatian dan tempat di piring Anda.

Manfaat Kesehatan Kol

1. Dapat Membantu Mengendalikan Peradangan

Peradangan tidak selalu merupakan hal yang buruk. Sebenarnya, tubuh Anda mengandalkan respons peradangan untuk melindungi terhadap infeksi atau mempercepat penyembuhan. Peradangan akut semacam ini adalah respons normal terhadap cedera atau infeksi.

Di sisi lain, peradangan kronis yang terjadi dalam jangka waktu lama dikaitkan dengan banyak penyakit, termasuk penyakit jantung, rheumatoid arthritis, dan penyakit radang usus.

Sayuran silangan seperti kubis atau kol mengandung banyak antioksidan berbeda yang telah terbukti mengurangi peradangan kronis.

Sulforaphane, kaempferol, dan antioksidan lainnya yang ditemukan dalam kelompok tanaman luar biasa ini kemungkinan bertanggung jawab atas efek anti-inflamasinya.

2. Kol Kaya akan Vitamin C

Vitamin C, juga dikenal sebagai asam askorbat, adalah vitamin yang larut dalam udara dan memiliki banyak peran penting dalam tubuh.

Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi non-heme, yaitu jenis zat besi yang ditemukan dalam makanan nabati.

Vitamin C berfungsi melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, yang dikaitkan dengan banyak kondisi kronis, termasuk kanker.

Meskipun kol hijau dan kol merah sama-sama merupakan sumber antioksidan kuat ini, kol merah mengandung antioksidan yang jauh lebih banyak.

Satu cangkir (89 g) kol merah cincang mengandung 56% dari asupan vitamin C yang direkomendasikan, yang sama dengan jumlah yang ditemukan dalam sebuah jeruk kecil.

3.Membantu Meningkatkan Pencernaan

Jika Anda ingin meningkatkan kesehatan pencernaan, kol yang kaya serat adalah pilihan yang tepat.

Sayuran renyah ini kaya akan serat tidak larut yang baik untuk usus, yaitu jenis karbohidrat yang tidak dapat pecah di usus. Serat tidak larut membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dengan meningkatkan volume tinja dan mendorong buang air besar secara teratur.

Terlebih lagi, makanan ini kaya akan serat larut, yang telah terbukti meningkatkan jumlah bakteri baik di usus. Hal ini karena serat merupakan sumber bahan bakar utama bagi spesies bakteri baik seperti Bifidobacteria dan Lactobacilli.

Bakteri ini menjalankan fungsi penting seperti melindungi sistem kekebalan tubuh dan memproduksi nutrisi penting seperti vitamin K2 dan B12.

4. Dapat Membantu Kesehatan Menjaga Jantung

Kol merah mengandung senyawa kuat yang disebut antosianin. Senyawa ini memberikan warna ungu cerah pada sayuran lezat tersebut. Antosianin adalah pigmen tumbuhan yang termasuk dalam keluarga flavonoid.

Banyak penelitian telah menemukan hubungan antara mengonsumsi makanan yang kaya akan pigmen ini dan penurunan risiko penyakit jantung.

Kol ini juga meningkatkan asupan antosianin dalam makanan juga terbukti dapat menurunkan tekanan dan kadar Kolesterol LDL (jahat).

Peradangan diketahui memainkan peran utama dalam perkembangan penyakit jantung, dan efek perlindungan antosianin terhadapnya kemungkinan disebabkan oleh sifat anti-inflamasinya.

Kol mengandung lebih dari 36 jenis antosianin yang ampuh, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk kesehatan jantung.

5. Dapat Menurunkan Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi mempengaruhi lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia dan merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke.

Dokter sering menyarankan pasien dengan tekanan darah tinggi untuk mengurangi asupan garam. Namun, bukti terbaru menunjukkan bahwa meningkatkan asupan kalium dalam makanan sama pentingnya untuk menurunkan tekanan darah.

Kalium adalah mineral dan elektrolit penting yang dibutuhkan tubuh agar berfungsi dengan baik. Salah satu fungsi utamanya adalah membantu mengatur tekanan darah dengan menetralkan efek natrium dalam tubuh.

Kol merah merupakan sumber kalium yang baik, menyediakan 9% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) dalam satu porsi 2 cangkir (178 g).

6. Dapat Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol

Kolesterol adalah zat seperti lilin dan lemak yang ditemukan di setiap sel dalam tubuh Anda. Sebagian orang berpikir semua kolesterol itu buruk, tetapi kolesterol sangat penting untuk fungsi tubuh yang optimal.

Proses-proses penting bergantung pada kolesterol, seperti pencernaan yang tepat dan sintesis hormon serta vitamin D.

Namun, orang yang memiliki kolesterol tinggi juga cenderung memiliki peningkatan risiko penyakit jantung, terutama ketika mereka memiliki kadar kolesterol LDL (jahat) yang tinggi.

Kol mengandung dua zat yang terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat).

- Serat Larut

Serat larut telah terbukti membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dengan cara mengikat kolesterol di usus dan mencegahnya diserap ke dalam darah.

Kol merupakan sumber serat larut yang baik. Bahkan, sekitar 40% serat yang ditemukan dalam kubis adalah serat larut.

- Sterol Tumbuhan

Kol mengandung zat yang disebut fitosterol. Fitosterol adalah senyawa tumbuhan yang secara struktural mirip dengan kolesterol, dan menurunkan kolesterol LDL dengan menghambat penyerapan kolesterol di saluran pencernaan.

7. Kol Merupakan Sumber Vitamin K yang Sangat Baik

Vitamin K adalah kumpulan vitamin larut lemak yang memainkan banyak peran penting dalam tubuh. Vitamin-vitamin ini terbagi menjadi dua kelompok utama:

Vitamin K1 (filokuinon): Vitamin ini terutama ditemukan dalam sumber nabati.

Vitamin K2 (menaquinon): Bentuk ini ditemukan dalam sumber hewani dan beberapa makanan fermentasi. Vitamin ini juga diproduksi oleh bakteri di usus besar.

Kol merupakan sumber vitamin K1 yang luar biasa, menyediakan 56% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) dalam satu cangkir (89 g).

Vitamin K1 adalah nutrisi penting yang memainkan banyak peran penting dalam tubuh. Salah satu fungsi utamanya adalah bertindak sebagai kofaktor untuk enzim yang bertanggung jawab untuk pembekuan darah.

Tanpa vitamin K, darah akan kehilangan kemampuannya untuk membeku dengan benar, sehingga meningkatkan risiko pendarahan berlebihan.

8. Kol Kaya akan Nutrisi

Meskipun kol sangat rendah kalori, ia memiliki profil nutrisi yang mengesankan. Faktanya, hanya 1 cangkir, atau 89 gram, kol hijau mentah mengandung: 

Kalori: 22; Protein: 1 gram; Serat: 2 gram; Vitamin K: 56% dari Nilai Harian (AKH); Vitamin C: 36% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG); Asam folat: 10% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG); Mangan: 6% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG); Vitamin B6: 6% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG); Kalsium : 3% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG); Kalium: 3% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG); Magnesium: 3% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Kol juga mengandung sejumlah kecil mikronutrien lainnya, termasuk vitamin A, zat besi, dan riboflavin.

Selain itu, kol kaya akan serat dan mengandung antioksidan kuat, termasuk polifenol dan senyawa sulfur.

Antioksidan melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang memiliki jumlah elektron ganjil, sehingga membuatnya tidak stabil. Ketika kadarnya terlalu tinggi, radikal bebas dapat merusak sel-sel Anda.***


Editor : Irma Nurfajri