Berikut 3 Manfaat Jus Pare untuk Kesehatan, Bagus untuk Kulit
Ada 3 manfaat kesehatan dari konsumsi jus sayur pare salah satunya bagus untuk kulit.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Jus sayur Pare adalah minuman populer di India Utara yang memiliki beberapa potensi Manfaat Kesehatan, termasuk peningkatan kesehatan kulit dan pengaturan gula darah.
Karena terbuat dari pare, rasanya mungkin butuh waktu untuk terbiasa. Saat membuat jus ini di rumah, cobalah menambahkan buah dan sayuran lain untuk mengurangi rasa tajamnya.
Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan mengenai manfaat kesehatan jus pare, jus ini dapat memberikan banyak nutrisi penting, seperti Vitamin C.
Jus pare telah lama dikenal karena berbagai manfaatnya dan dimasukkan ke dalam banyak praktik pengobatan non-Barat, seperti Ayurveda dan pengobatan tradisional Tiongkok.
Manfaat Jus Pare
1. Dapat Membantu Menurunkan Kadar Gula Darah
Studi tahun 2017 menunjukkan bahwa jus pare mungkin bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2 dengan menurunkan kadar gula darah.
Meskipun temuan ini menjanjikan, studi lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan secara tepat bagaimana pare atau jusnya dapat membantu mengontrol kadar gula darah.
2. Dapat Meningkatkan Kesehatan Kulit
Jus pare juga dikonsumsi di seluruh dunia sebagai alat kecantikan. Banyak yang percaya bahwa jus ini dapat membantu meningkatkan kilau kulit.
Jus pare adalah sumber yang kaya, mengandung antioksidan, termasuk vitamin C dan provitamin A, yang keduanya penting untuk kesehatan kulit dan penyembuhan luka.
Meskipun pare dan jusnya memiliki sejarah panjang dalam pengobatan Ayurveda, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan bagaimana keduanya dapat memengaruhi kesehatan kulit.
3. Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan
Jus pare juga dapat membantu menurunkan berat badan. Sebuah studi tahun 2022 pada tikus menemukan bahwa pare, jika dikonsumsi selama 40 hari, dapat membantu mengubah tingkat metabolisme secara positif, terutama pada mereka yang menjalani diet tinggi lemak.
Namun, penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan untuk memahami sepenuhnya dampaknya terhadap metabolisme.***
Editor : Irma Nurfajri

