Biji Kopi Asal Kabupaten Bandung Senilai Rp2 Miliar Diekspor Koperasi Klasik Beans Sunda Hejo ke Prancis
Bupati Bandung Dadang Supriatna melepas ekspor biji kopi asal Kabupaten Bandung dari Koperasi Klasik Beans Sunda Hejo ke Prancis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Soreang - Bupati Bandung Dadang Supriatna melepas ekspor biji kopi asal Kabupaten Bandung dari Koperasi Klasik Beans Sunda Hejo ke Prancis.
Ekspor biji kopi asal Kabupaten Bandung senilai Rp2 miliar itu merupakan ekspor kesekian kalinya yang dilakukan Koperasi Klasik Beans Sunda Hejo dengan negara tujuan Prancis.
"Hari ini ekspor 19,5 ton biji kopi asal Kabupaten Bandung ke Prancis. Ekspor seperti ini kedepan tentunya bisa dilakukan setiap bulan. Untuk menjajaki kerja sama ekspor ini kami mendapatkan undangan dari Prancis untuk kerja sama rutin dengan Koperasi Klasik Beans Sunda Hejo," kata Dadang usai pelepasan ekspor biji kopi asal Kabupaten Bandung, Kamis 17 November 2022.
Ekspor biji kopi ke Prancis itu diakuinya semakin menegaskan jika Kabupaten Bandung adalah salah satu daerah penghasil biji kopi terbaik di Indonesia. Untuk mendukung pertanian dan produksi kopi, saat ini pihaknya tengah membangun korporasi kopi Indonesia diatas lahan seluas kurang lebih 5 hektar di Kecamatan Solokanjeruk.
"Sehingga ini tinggal pengiriman saja, kedepan pengusaha/petani kopi ini tidak lagi harus rugi setelah panen. Kita kolaborasikan ditempat korporasi kopi yang kita punya," ujarnya.
Menurutnya, tempat korporasi kopi di Solokanjeruk ini, dibangun oleh Pemerintah Pusat. Ini adalah satu dari empat tempat di Indonesia yang dipilih sebagai tempat korporasi kopi di Indonesia. Jadi, selain kopi asal Kabupaten Bandung, kopi dari daerah lain pun bisa diperdagangkan di tempat ini.
"Disitu sifatnya transaksi, kemudian ada juga tempat pengolahan. Nantinya pengolahan disesuaikam dengan kebutuhan konsumen," ujarnya.
Sementara itu, Uden Banu dari Koperasi Klasik Beans Sunda Hejo mengatakan ekspor ke Prancis ini adalah sudah berjalan tahunan.
Untuk kali ini, Koperasi Klasik Beans Sunda Hejo mengekspor 19,5 ton atau satu kontainer senilai kurang lebih Rp2 miliar. Biji kopi yang diekspor ini sebanyak 75 persennya berasal dari Puntang dan Ciwidey dan sisanya berasal dari Kabupaten Garut.
"Ini jenisnya arabika kualitas terbaik dari Kabupaten Bandung dan Garut. Ekspor ini sudah berjalam sejak 2009, setiap tahun kami kirim antara 19 ton hingga 39 ton. Tahun ini memang ada penurunan jadi 19 ton, karena dipengaruhi oleh kondisi dunia yang menuju resesi karena krisis energi dan perang," ujarnya.*** (rd dani r nugraha)
Editor : Doni Ramdhani

