Bima Arya dan Ratusan ASN Kota Bogor Makan Siang di Kantin Balai Kota
Wali Kota Bogor Bima Arya mengintruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bogor untuk peduli Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya mengintruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bogor untuk peduli Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Di Kantin Balai Kota Bogor, Bima Arya beserta ratusan ASN Kota Bogor mengantre memesan makanan dari berbagai jenis masakan Sunda hingga jajanan khas Kota Bogor yaitu soto mie, pecel dan soto kuning.
"Ini merupakan bentuk support Pemkot Bogor terhadap UMKM, jadi setelah briefing staff kepala OPD, direksi BUMD camat hingga lurah makan dikantin Balai Kota Bogor. Kebetulan saat ini kantin juga tengah dibangun memalui CSR, jadi non APBD. Sementara pindah ke gedung Kemuning Gading, kami makan siang di sini agar ASN dan pegawai perkantoran sekitar Balai Kota Bogor mengetahui, kantin sementara pindah," kata Bima Arya, Kamis 7 September 2023.
Sementara itu, Kabag Umum Setda Kota Bogor Lia Kania Dewi menuturkan, bulan ini pihaknya tengah melaksanakan penataan area Balai Kota Bogor yang terdiri dari ada penataan kantin kemudian area luar perpustakaan.
"Nah, pembongkaran dan pembangunan dilakukan secara bersamaan di bulan ini. Yang kantin itu sudah mulai dilakukan pembongkaran pada Minggu lalu. Jadi Minggu lalu itu para pedagang existing itu kan ada 10 orang. Itu di relokasi sementara ke atas atau Kawasan Gedung Kemuning Gading," ujar Lia.
Lia menjelaskan, hal ini dilakukan karena adanya permohonan dari para pedagang yang berjualan disitu, kantin jangan sampai diberhentikan. Tadinya mereka mau diberhentikan sementara, tapi proses pembangunan bisa memakan waktu sekitar dua setengah bulan.
"Dengan pindahnya ke atas harus ada pemberitahuan dan promosi. Memang secara konsumen dari kantin itu didominasi dari para pegawai di lingkungan Balai Kota Bogor ini. Secara total lebih dari 300 orang yang terdata sebagai ASN belum lagi PKWT dan sebagainya lebih seperti tamu, dipastikan lebih dari 300 konsumen," tambah Lia.
Lia memaparkan, dengan adanya renovasi kantin dan ini juga harganya relatif terjangkau, artinya tidak menutup kemungkinan bahwa potensi pembeli juga akan lebih baik ke depannya.*** (rizki mauludi)
Editor : Doni Ramdhani


