Bima Arya Mewanti-wanti Hal Ini dalam Munas V Asdepamsi

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menuturkan pemanfaatan air dalam mewujudkan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto relatif penting. 

Bima Arya Mewanti-wanti Hal Ini dalam Munas V Asdepamsi
Bima Arya menambahkan, pemerintah membuka ruang dialog dengan pengurus Asdepamsi guna meningkatkan kinerja. Hal ini karena kondisi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia masih membutuhkan upaya peningkatan. (istimewa)

INILAHKORAN, Bogor - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menuturkan pemanfaatan air dalam mewujudkan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto relatif penting. 

Pasalnya, semua yang terkait dengan Asta Cita ada kaitannya dengan apa yang dikerjakan Asosiasi Dewan Pengawas PDAM Seluruh Indonesia (Asdepamsi). 

"Hal ini mencakup pengembangan infrastruktur, kesehatan, industrialisasi, hilirisasi, hingga swasembada pangan. Kemudian di Asta Cita nomor enam, pengembangan desa, ada akses air juga di situ. Nomor delapan bicara lingkungan dan alam, ada air. Hampir semua Asta Cita itu ada irisan dengan apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi dari Bapak, Ibu, semua," jelas Bima Arya dalam Munas V Asdepamsi di Hotel Salak The Heritage, Rabu 18 Desember 2024 malam.

Bima Arya menambahkan, pemerintah membuka ruang dialog dengan pengurus Asdepamsi guna meningkatkan kinerja. Hal ini karena kondisi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia masih membutuhkan upaya peningkatan.

"Selama saya diamanahkan di posisi ini, saya akan selalu terbuka membuka dialog dan komunikasi dengan teman-teman semua, pengurus Asdepamsi," tambah Bima.

Sementara itu, Pj Sekda Kota Bogor Hanafi mengatakan, Munas digelar sebagai forum dan momentum untuk menyelaraskan visi dan misi dalam memperkuat peran Dewan Pengawas dalam pengelolaan PDAM di Indonesia.

"Melalui forum ini dapat disusun arah kebijakan strategis untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari peningkatan akses air bersih, pengelolaan tata kelola perusahaan, hingga efisiensi dan keberlanjutan operasional," terang Hanafi. 

Hanafi menjelaskan, PDAM sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki peran vital dalam menyediakan layanan air bersih bagi masyarakat. 

Pengawasan yang efektif dan akuntabel sangat diperlukan agar kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat dan memastikan setiap kebijakan yang diambil dapat berjalan dengan transparan, efisien, dan memenuhi standar pelayanan yang tinggi.

"Tugas Dewan Pengawas bukan hanya memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai aturan, tetapi juga menjadi penjaga utama penerapan Good Corporate Governance (GCG). Prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kesetaraan harus menjadi pedoman utama dalam pengawasan dan pengambilan keputusan," jelasnya. 


Editor : Doni Ramdhani