Bima Sebut Proyek Kolam Retensi Terhambat Cuaca Hujan

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memastikan proyek kolam retensi Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara mengalami keterlambatan akibat cuaca hujan. Hal itu disampaikan Bima saat meninjau langsung ke lokasi pembangunan pada Minggu (29/12/2019) siang.

Bima Sebut Proyek Kolam Retensi Terhambat Cuaca Hujan
Foto; Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memastikan proyek kolam retensi Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara mengalami keterlambatan akibat cuaca hujan. Hal itu disampaikan Bima saat meninjau langsung ke lokasi pembangunan pada Minggu (29/12/2019) siang.

Bima Arya mengatakan, kondisi pembangunan sudah 90 persen masih kurang 10 persen, akan lewat akhir tahun tapi aturan dan ketentuan berlaku. Ada kebutuhan untuk penambahan waktu juga tentunya akan ada penalti satu permil yah.

"Jadi nanti akan didendan. Itungan sisa pembayaran akan dianggarkan di perubahan tapi tetap melalui APBD bantuan DKI Jakarta," ungkap Bima.

Bima melanjutkan, ini akan tetap selesai tapi mundur karena cuaca menjadi kendala utama. Faktor cuaca, kemungkinan keterlambatannya sampai akhir Januari 2020, 10 persen lagi akan dikejar maksimal. Syukur-syukur apabila bisa dikejarnya pertengahan Januari 2020, karena jarak waktunya sampai akhir Januari.

"Saat ini tengah dilakukan pengerasan dipinggir untuk dinding untuk outlet nya. Dengan adanya kolam retensi ini mengurangi air yang ke Jakarta. Dibuat ditahan di Kota Bogor dikelola di Bogor, agar ribuan kubik volume air tidak langsung dibuang ke Jakarta. Jadi dikurangi dengan ini. Strategi di Bogor untuk mengurangi banjir Jakarta kan kolam retensi, sumur resapan, biopori supaya berkurang banjir Jakarta. Anggaran Rp10 miliar bantuan provinsi DKI Jakarta," tambahnya.

Sementara itu, Site Engineering CV Ananda Azka Perkasa, Rasyid Ali menuturkan, pembuatan kolam retensi ini untuk mengurangi banjir ke Jakarta dan untuk lingkungan sekitar.

"Kita tahu daerah sekitar kolam retensi selalu kebanjiran saat hujan deras. Apabila kolam  ini berfungsi, akan mengurangi banjir lokal, kapasitasnya bisa menampung 17.500 kubik air. Sesuai jumlah dari teman-teman perencana, airnya dari sungi serta saluran masyarakat," tuturnya.

Rasyid menambahkan, apabila hujan reda dan sungai sudah rendah kembali ketinggiannya, maka air akan dibuang kembali ke sungai. Ada pintu air otomatis dua unit di kolam retensi ini, dua outlet A dan B dengan ukuran outlet B lebih kecil. Proyek kolam retensi sudah lima bulan pengerjaan.

"Kami saat mulai kerja sudah hujan jadi terkendala cuaca. Saat ini kami sudah kena pinalti perhari. Mudah-mudahan dengan ini saya akan bekerja lebih cepat," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


 


Editor : Bsafaat