Bisikan Pesan di Balik Pelukan

Usai Spanyol memastikan kemenangan atas Argentina di New York, beberapa waktu lalu, pemandangan hangat tersaji di atas lapangan.

Bisikan Pesan di Balik Pelukan
Usai Spanyol memastikan kemenangan atas Argentina di New York

Usai Spanyol memastikan kemenangan atas Argentina di New York, beberapa waktu lalu, pemandangan hangat tersaji di atas lapangan. Bintang muda La Furia Roja, Lamine Yamal (19), tertangkap kamera berpelukan erat dengan sang kapten Argentina, Lionel Messi (39).

Dalam momen magis tersebut, kedua bintang Barcelona beda generasi ini tampak saling bertukar kata-kata.

Ketika ditanya oleh awak media mengenai apa yang dibisikkan oleh sang peraih delapan Ballon d'Or dan mantan kapten Barcelona itu kepadanya, Yamal membagikan sebuah pesan yang sangat mendalam.

"Dia menyuruh saya untuk terus melangkah di jalan saya sendiri dan bahwa masa depan adalah milik generasi kami," ungkap Yamal dengan penuh haru. "Kata-kata itu sama berharganya bagi saya seperti medali emas yang melingkar di leher saya malam ini." Bagi Yamal, sosok kapten Argentina tersebut bukan sekadar lawan di partai final, melainkan pahlawan masa kecilnya. "Dia adalah seseorang yang selalu saya kagumi," tambah Yamal.

"Bagi saya, dia adalah yang terbaik dalam sejarah. Pada akhir pertandingan, saya menunjukkan rasa hormat saya kepadanya." Hubungan antara Messi dan Yamal sejatinya membentang jauh melampaui final Piala Dunia 2026 ini.

Dunia tentu belum lupa dengan sebuah foto viral dari tahun 2007. Saat itu, Messi yang masih berusia 20 tahun sedang merintis karier emasnya di Barcelona, mengambil bagian dalam pemotretan kalender amal UNICEF.

Dalam foto ikonik tersebut, Messi muda tampak sedang memandikan seorang bayi berusia lima bulan yang tak lain adalah Lamine Yamal.

Ikatan kosmik ini semakin menguat ketika Yamal secara resmi mewarisi nomor punggung 10 ikonik milik Messi di Barcelona pada musim lalu, sebuah beban berat yang sukses ia terjemahkan menjadi performa luar biasa di atas lapangan.

Meski harus merelakan trofi Piala Dunia 2026 jatuh ke tangan Spanyol, Lionel Messi sendiri tampil sangat fenomenal sepanjang turnamen di Amerika Utara. Ia tak tergantikan dalam delapan pertandingan Argentina, mencetak delapan gol dan memberikan empat assist.

Sebelum partai final bergulir, Messi secara terbuka juga telah melontarkan pujian setinggi langit untuk sang pewaris nomor punggungnya tersebut.

"Dia adalah pemain yang luar biasa... seorang bintang global," puji Messi tentang Yamal. "Dia baru berusia 19 tahun dan masih memiliki seluruh perjalanan karier di depannya." Pelukan dan pesan singkat di rumput MetLife Stadium itu kini menjadi penutup yang indah, menandai restu sang raja kepada pangeran baru yang siap menaklukkan dunia sepak bola. (bsf)


Editor : Inilahkoran