BNPB Kerahkan Jalur Darat, Laut, dan Udara untuk Salurkan Bantuan ke Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera

BNPB menggunakan tiga jalur untuk memaksimalkan distribusi bantuan ke Sumatera.

BNPB Kerahkan Jalur Darat, Laut, dan Udara untuk Salurkan Bantuan ke Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera
bantuan untun Sumatera

INILAHKORAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengebut distribusi logistik bagi para korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan memanfaatkan tiga moda transportasi sekaligus: darat, laut, dan udara.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa bantuan ke Sumatera Utara dikirim melalui jalur darat menggunakan enam truk, masing-masing membawa sekitar 15 ton logistik menuju daerah paling terdampak seperti Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.

Dari jalur laut, kapal pengangkut bantuan dari Jakarta membawa 100 ton beras dan dijadwalkan tiba di Sibolga untuk didistribusikan ke kabupaten/kota sekitar.

“Bantuan akan diturunkan di Sibolga lalu diteruskan melalui darat maupun udara,” ujar Abdul.

Untuk jalur udara, BNPB menyiagakan 7 helikopter di Silangit, dan akan menambah 3 heli milik TNI serta 4 helikopter BNPB. 

Transportasi udara sangat krusial karena kapasitasnya memungkinkan menjangkau daerah terisolasi yang belum bisa ditembus jalur darat.

“Meski tonasenya tidak besar, hanya 800 kilogram hingga 1,5 ton, jalur udara sangat penting untuk daerah yang benar-benar terputus,” jelasnya.

BNPB berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Basarnas untuk meningkatkan frekuensi penerbangan serta menambah armada.

“Kami targetkan pengerahan hingga 30 unit helikopter dan pesawat caravan untuk memaksimalkan distribusi bantuan,” tambah Abdul.


Editor : Firda Rachmawati