Bocah di Sukabumi Tewas Penuh Luka, Polisi Tunggu Hasil Autopsi
Sat Reskrim Polres Sukabumi masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab kematian N yang ramai disebut netizen akibat KDRT
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Polres Sukabumi masih menunggu hasil autopsi untuk mengentahui penyebab meninggalnya N anak 12 tahun di Sukabumi yang diduga jadi korban KDRT.
Ramai di media sosial, N warga Kampung Leuwi Nanggung, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Bekasi meninggal dengan penuh luka.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono mengatakan, proses autopsi dilakukan untuk menjawab berbagai dugaan yang berkembang, termasuk isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Pagi ini dilakukan autopsi untuk memastikan dugaan yang berkembang, termasuk narasi KDRT. Kami masih menunggu hasil otopsi,” ujar Hartono, Minggu (22/2/2026).
Kasus ini mencuat usai beredarnya video kondisi korban saat menjalani perawatan kritis di RSUD Jampangkulon. Dalam video tersebut, wajah korban tampak lebam, kedua mata membiru, serta terdapat luka terbuka di bagian paha yang disebut-sebut menyerupai bekas siraman air panas.
Isu yang beredar di masyarakat bahkan menyebut korban sempat dipaksa meminum air panas. Namun polisi menegaskan seluruh informasi tersebut masih sebatas dugaan dan harus dibuktikan melalui pemeriksaan medis serta penyelidikan hukum.
“Kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi. Semua harus berdasarkan hasil autopsi dan penyidikan,” kata Hartono.
Jenazah korban telah dibawa untuk keperluan autopsi. Polisi memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan menyeluruh guna mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian bocah tersebut.
Editor : Ahmad Sayuti

