Bogor Dikepung Bencana, Korban Berjatuhan
Hujan deras yang melanda Kabupaten Bogor dari Sabtu 5 Juli 2025 sore hingga malam menyebabkan bencana alam, baik banjir hingga tanah longor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor – Hujan deras yang melanda Kabupaten Bogor dari Sabtu 5 Juli 2025 sore hingga malam menyebabkan bencana alam, baik banjir hingga tanah longor.
Sebanyak 11 kecamatan di Kabupaten Bogor tertimpa bencana alam berupa banjir dan longsor akibat hujan deras yang melanda Bumi Tegar Beriman tersebut.
Bahkan di salah satu kecamatan di Kabupaten Bogor terjadi longsor yang menelan korban. Kecamatan Cisarua yang paling terdampak, dimana ada 6 orang korban yang tertimbun longsor, sementara di Jecamatan Megamendung, ada 2 orang korban.
"Hingga minggu dini hari, sementara ada 18 kejadian bencana alam yang masuk laporannya ke BPBD Kabupaten Bogor, 12 kejadian tanah longsor, 4 kejadian banjir dan 1 kejadian angin kencang," kata Ketua Tim Kedaruratan Andi Sumardi kepada wartawan, Minggu, 6 Juli 2025.
Andi Sumardi menuturkan, bahwa korban bencana alam tanah longsor di Kampung Rawa Sedak RT 01 RW 04, Desa dan Kecamatan Megamendung yang merupakan seorang santri ditemukan tadi malam oleh Tim Gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, Tagana, Satpol PP, TNI dan Kepolisuan.
"Korban adalah Muhammad Resa (22 tahun), warga Desa Sukataria, Karang Tengah, Kabupaten Cianjur. Dimana sejak tadi malam jasadnya sudah dibawa kerumah duka, di kampung halamannya," tutur Andi Sumardi.
Sementara, dari 5 korban tanah longsor di Kampung Sukatani, Desa Tugu Utara Kecamatan Cisarua, 3 orang korban sudah ditemukan.
"3 dari 5 orang korban tertimbun tanah longsor sudah ditemukan, namun datanya belum lengkap," sambungnya.
Dia menjelaskan, kecamatan yang terdampak bencana alam adalah Megamendung, Cisarua, Caringin, Cijeruk Tamansari, Rancabungur, Ciampea Sukamakmur, Tenjolaya, Ciawi dan Dramaga.
Editor : Ahmad Sayuti

