Kisah Pilu Pengungsi Sukajaya, Sehari-hari Hidup dalam Ketakutan, Tempat Tinggal Rawan Disambar Petir
Ribuan korban longsor di Kecamatan Sukajaya dan Cigudeg, Kabupaten Bogor hidup nelangsa di hunian sementara (Huntara).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor- Ribuan pengungsi korban longsor asal Kecamatan Sukajaya dan Cigudeg, Kabupaten Bogor sudah 20 bulan tinggal di hunian sementara (Huntara). Setiap hari, mereka hidup dalam kekhawatiran.
Seperti yang diungkapkan salah seorang pengungsi, Ida (33 tahun) warga Desa Cileuksa. Dia mengeluh saat menempati rumah Huntara dirinya dan anak-anak nya selalu waswas ketika hujan deras yang disertai kencang dan petir turun deras.
"Saya dan anak-anak sering ketakutan saat petir menyambar tiada henti dan hujan deras mengguyur. Hujan angin yang disertai petir turun sering terjadi, sehingga membuat anak - anak dan warga lainnya yang menempati huntara ini menjadi was-was, karna huntara ini atapnya dari baja ringan sehingga rawan sambaran petir," keluh Ida kepada INILAHKORAN, Senin 6 September 2021.
Sementara itu, Mirna (40) menambahkan sudah 20 bulan dirinya menempati Huntara, ia megaku sudah jenuh tinggal ditempat pengungsian tersebut karena terkadang saat hujan deras turun disertai angin kencang atap Huntara yang ditempati bocor.
"Karena hujan yang deras dan sering, atap Huntara yang hanya beralaskan seng pun maka lama-kelamaan membuat atapnya bocor hingga kami harus menampungnya dalam ember, agar alas Huntara yang berupa tanah tidak becek," tambah Mirna.
Ibu dua orang anak ini pun berharap Pemkab Bogor segera merealisasikan pembangunan Huntap yang diperuntukkan bagi para korban bencana longsor dan banjir pada awal tahun lalu.
"Kami dan penghuni gubug huntara lainnya sudah tidak betah untuk berlama lama tinggal dihuntara, kami berharap Huntap segera terbangun lalu kami pun pindah ke tempat relokasi yang lebih layak," harapnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya pun meminta Pemkab Bogor turut mempercepat pembangunan hunian tetap di Desa Sukaraksa, Cigudeg dan Desa Urug, Sukajaya.
"Pemkab Bogor jangan hanya mengandalkan anggaran pendapatan belanja nasional (APBN) dan bantuan keuangan (Bankeu) Pemprov Jawa Barat dalam membangun Huntap, mereka harus juga meningkatkan anggarannya demi terbangunnya sekitar 2.000 unit Huntap," pinta Asep.(Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


