Menjaring Aspirasi dari Masyarakat, Jenal Mutaqin: Perda Santunan Kematian Segera Disahkan

Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin memastikan Perda Santunan Kematian menjadi prioritas sesuai aspirasi masyarakat.

Menjaring Aspirasi dari Masyarakat, Jenal Mutaqin: Perda Santunan Kematian Segera Disahkan
Menjaring aspirasi masyarakat saat anggota Dewan melaksanakan reses.

INILAHKORAN, Bogor - Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin memastikan Perda Santunan Kematian menjadi prioritas, hal itu diambil setelah banyak aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat kepada DPRD Kota Bogor.

Jenal Mutaqin mengaku, saat turun ke masyarakat di wilayah Kecamatan Bogor Timur dan Bogor Tengah, masyarakat banyak yang menanyakan soal Perda Santunan Kematian.

Perda Santunan Kematian menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Jenal Mutaqin memastikan bahwa Perda Santunan Kematian menjadi salah satu perda prioritas yang akan segera disahkan oleh DPRD Kota Bogor.

Baca Juga: Gedung Kosong Selama 2 Tahun Sejak Pandami, Baru Diketahui Ternyata Dibobol Pencuri

“Kami, DPRD ingin membuat kebijakan yang prorakyat dan Perda Santunan Kematian menjadi salah satunya yang kami prioritaskan," ungkap Jenal Mutaqin kepada wartawan pada Senin siang, 13 Septemer 2021.

Dia melanjutkan, Perda Santunan Kematian saat ini masih dalam proses evaluasi gubernur. Nantinya warga yang tidak mampu bisa mendapatkan uang kerahiman sebesar Rp1 juta dan uang pemulasaraan jenazah Rp1 juta.

"Jadi, Perda Santunan Kematian ini akan menjadi salah satu pintu bagi pemerintah untuk membantu warga yang tidak mampu," tuturnya.

Baca Juga: Nggak Kira-kira Langgar Tiga Perda, Hengky Kurniawan Segel Minimarket di Batujajar

Jenal Mutaqin mengaku, selain Perda Santunan Kematian, juga memberikan edukasi kepada warga terkait perda lainnya saat menjaring aspirasi di tengah masyarakat Bogor Timur dan Tengah.

"Saya juga melakukan berbagai kegiatan bersama warga selama masa reses kemarin. Di antaranya, melakukan aksi fogging di Kelurahan Sindangrasa, menyerap aspirasi ojek pangkalan dan menggelar kegiatan doa bersama warga," terangnya.

Jenal Mutaqin menekankan, selain itu dirinya berkomitmen untuk semua aspirasi yang diserap akan dilaporkan di dalam laporan reses. "Itu akan menjadi salah satu sumber bagi kami untuk merumuskan kebijakan ke depannya," pungkasnya. (rizki mauludi).***


Editor : inilahkoran