Sekolah Tatap Muka di Bogor, SMP Tertib Tapi SMA Timbukan Kerumunan usai Bubaran

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memantau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) ditingkat SMP dan SMA. Masih ada kerumunan

Sekolah Tatap Muka di Bogor, SMP Tertib Tapi SMA Timbukan Kerumunan usai Bubaran
Suasana sekolah tatap muka di Kota Bogor
 
INILAHKORAN, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memantau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) pada Senin (4/10/2021) pagi.
 
Pemantauan yang dilakukan ke SMP Negeri 1 Kota Bogor dan SMA Negeri 1 Kota Bogor, menghasilkan catatan agar siswa tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) serta harus ada metode khusus agar siswa tidak terpapar dalam perjalanan ke sekolah.
 
Pantauan di lapangan Dedie A Rachim didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Hanafi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno dan Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) wilayah II Kota Depok dan Kota Bogor I Made Supriatna.
 
 
Untuk tingkat SMP terpantau tertib dengan penerapan Prokes, namun di SMA Negeri 1 Kota Bogor masih menimbulkan kerumunan setelah bubar jam sekolah. 
 
Mereka terlihat berbincang hangat diparkiran sekolah, karena kerumunan semakin bertambah, barulah guru dan petugas keamanan sekolah membubarkan dengan imbauan agar para siswa segera pulang ke rumah.
 
"Ya, alhamdulillah setalah 1,5 tahun menanti, tanggal 4 Oktober 2021 ini kita membuka PTM di Kota Bogor. PTMT tahap 1 ada 44 sekolah SMP, 115 SMA/SMK, 30 Madrasah dan 11 SLB. Tapi ada beberapa sekolah mulai hari Rabu (6/10) karena mereka sedang Asisten Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Kemudian yang sudah mulai PTMT lengkapnya tanggal 11 Oktober 2021 mendatang," ungkap Dedie kepada INILAHKORAN, Senin (4/10/2021).
 
 
Dedie menyebutkan, untuk hari ini sudah dicek persiapan, bahkan SMA Negeri 1 Kota Bogor sudah melaksanakan ujian tengah semester atau Penilaian Tengah Semester (PTS).
 
"Catatan harus terus Prokes dilaksanakan, karena pikiran kita semua sekolah sudah disiapkan secara lengkap teknis sesuai daftar periksa SKB 4 menteri. Sudah Divaksin juga para siswa-siswinya, tapi beberapa anak menggunakan sarana angkutan umum, harus ada treatment khusus jangan sampai sekolah seteril, rumah seteril ditengah perjalanan tidak aman. Harus ada metode khusus jangan sampai jadi tempat penyebaran Covid-19," tutur Dedie.
 
Dedie menyebutkan, harus ada desinfektan chamber setiap ruangan atau tadi di SMP Negeri 1 Kota Bogor ada petugas membawa desinfektan.
 
 
"Sebagai catatan 1,5 tahun hampir 40 ribu orang kota Bogor terpapar Covid-19, hari ini masih dirawat tiga orang dari 50 yang masih terjangkit Covid-19. Ini harus ditekan lagi, saya mohon pak Made KCD memperhatikan ini," tutur Dedie.
 
Kepala KCD wilayah II Kota Depok dan Kota Bogor, I Made Supriatna menuturkan, tanggal 11 Oktober 2021 tingkat SMA semua sekolah berjalan PTM, tetapi saat ini tengah ujian tengah semester, seperti di SMA Negeri 1 ini. 
 
"Meski begitu, ada beberapa sekolah ujian juga secara daring SMA Negeri 10 Kota Bogor dan SMK Negeri 3 Kota Bogor. Jadi sekarang belum seluruhnya siap. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes untuk verifikasi kelayakan PTM di SMA, maka saya minta sekolah membuat kurikulum kedaruratan," tuturnya.
 
 
Ditempat yang sama, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Bogor, Bambang Aryan mengatakan, pihaknya sudah siapkan terkait bagaimana Sarana dan Prasarana (Sarpras) yang harus disiapkan, menggunakan partisi mejanya agar meminimalisir terjadinya paparan Covid-19. 
 
"Kami ada hand sanitizer dan tempat cuci tangan setiap sudut, kami juga menyemprotkan desinfektan. Ya, kendala ada tentunya anak-anak yang pernah terpapar Covid-19 atau komorbit kami sarankan untuk PJJ. Tidak perlu memaksa untuk masuk, kami masih ada daring secara live. Bisa diakses anak-anak dirumah. Berdasarkan SKB 4 menteri PTMT ini boleh 4 jam, kami melaksanakan 3 jam dan hanya beberapa mata pelajaran yang esensial. Kami buat kurikulum kondisi khusus," jelasnya.*** (Rizky Mauludi)


Editor : inilahkoran