Nilai Mata Anggaran Proyek Rutilahu Kabupaten Bogor Kembali Turun

Anggaran proyek rehabilitasi rumah tidak layak huni Kabupaten Bogor pada 2022 kembali mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya.

Nilai Mata Anggaran Proyek Rutilahu Kabupaten Bogor Kembali Turun

INILAHKORAN, Bogor - Anggaran proyek rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor pada 2022 kembali mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya.

Jika pada 2020 lalu, besaran anggaran proyek Rutilahu berjumlah Rp49,8 miliar, pada 2021 besar anggarannya hanya Rp30 miliar, maka pada 2022 mendatang kembali turun ke angka Rp19 miliar.

Dengan turunnya anggaran tersebut, Bupati Bogor Ade Yasin pun berharap keterlibatan perusahaan swasta dan dana desa, alokasi dana desa serta lainnya dalam membantu pengentasan jumlah Rutilahu.

"Mengantisipasi minimnya anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tingkat II, maka dalam pengentasan jumlah Rutilahu ini kami berharap dapat support dari pemerintah desa maupun dana corporates social responsbility (CSR) dari perusahaan swasta, minimal ke masyarakat kurang mampu yang dekat dengan lokasi usahanya," harap Ade Yasin, Kamis 7 Oktober 2021.

Baca Juga: Dewan Soroti Kecilnya Anggaran Rehabilitasi Rutilahu Kabupaten Bogor

Ade Yasin menerangkan, turunnya anggaran proyek rehabilitasi Rutilahu tersebut disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada di Pemkab Bogor.

"Walaupun kebutuhan proyek rehabilitasi Rutilahu itu ada terus, tetapi anggarannya kami sesuaikan, dengan program kerja Pemkab Bogor lainnya. Untuk keluarga kurang mampu yang direhabilitasi rumahnya, akan mendapatkan bantuan tabungan uang di BJB sebesar Rp15 juta," ujar Ade Yasin.

Sementara itu, Sekretaris DPKPP Kabupaten Bogor Lestya Irmawati menjelaskan pihaknya akan berkordinasi dengan tim fasilitator tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL), untuk turut membantu mengentaskan angka atau jumlah Rutilahu.

Baca Juga: Kota Bogor Dapat Jatah Perbaikan 1.000 Unit Rutilahu dari Bangub Jabar

"Kami akan serahkan data Rutilahu perwilayah, lalu tim fasilitator TJSL akan berkomunikasi dengan perusahaan swasta untuk selanjutnya merealisasikan dana CSRnya melalui merehabilitasi Rutilahu," jelas Irma sapaan akrabnya.

Sedangkan, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Nurodin menyayangkan anggaran proyek Rutilahu kembali turun di Tahun 2022 mendatang, padahal menurut Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bogor ini, jumlah Rutilahu di Bumi Tegar Beriman di angka sekitar 80.000 unit.

"Saya melihat Pemkab Bogor kurang serius dalam menuntaskan target proyek rehabilitasi Rutilahu dan kurang adil dalam mengatur APBD, sementara di sisi lain menganggarkan lebih dari Rp 400 miliar untuk melaksanakan program pembangunan Cibinong City A Beautiful," ucap Nurodin.

Baca Juga: Tilep Dana Desa dan Rutilahu, EH Mantan Kades Sukawangi Langsung Masuk Bui

Ia pun tak segan meminta Bupati Bogor Ade Yasin dan jajarannya untuk mementingkan penuntasan proyek rehabilitasi Rutilahu ketimbang proyek-proyek mercusuar, yang hanya berpusat di ibu kota Kabupaten Bogor.

"Doa orang miskin itu mustajab hingga jangan ragu-ragu dalam merehabilitasi rumah mereka, kalau hanya 1.260an unit Rutilahu yang direhabilitasi kami khawatir banyak rumah mereka yang keburu ambruk karena terkena angin kencang, hujan deras atau bencana alam lainnya," pintanya.***(reza zurifwan)


Editor : inilahkoran