INILAHKORAN, Bogor-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membela Bupati Bogor Ade Yasin, atas klaim pemerintah pusat yang menilai lambat progres vaksinasi Covid-19 di Bumi Tegar Beriman.
"Menurut saya, vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor sudah sesuai, InsyaAllah hingga akhir Bulan Desember akan mencapai target yang telah diberikan," tutur Ridwan Kamil kepada wartawan akhir pekan ini di Desa Sukagalih, Megamendung.
Dia menambahkan dirinya memahami presentasi progres vaksinasi Covid-19 yang masih dibawah 40 persen, karena jumlah penduduknya yang sekitar 5,8 juta jiwa dan sama dengan jumlah penduduk di Provinsi Sumatera Barat dan Bali.
"Jumlah masyarakat di Kabupaten Bogor setara dengan Provinsi Sumatra Barat, jika Sumatera Barat dipimpin 1 Gubernur dan 19 Bupati dan Wali Kota, sementara di Kabupaten Bogor,hanya dipimpin satu orang Bupati. Kalau mengenai aglomerasi, kita harus adil, karena kalau Kabupaten Bogor yang dekat dengan Provinsi DKI Jakarta itu sudah bagus, yang kurang presentase vaksinasi Covid-19 itu wilayah Kabupaten Bogor yamng ke arah Provinsi Banten," tambannya.
Selain membela dengan argumentasi ke pemerintah pusat, Emil sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Pemprov Jawa Barat juga mendukung percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor.
"Pemprov Jawa Barat tidak hanya membantu pengadaan vaksin Covd-19, tetapi juga banyak sekali termasuk tenaga kesehatan (tenaga vaksinator," jelas mantan Wali Kota Bandung ini.
Usai dari kunjungan ke lokasi Eko-Wisata Alam Eiger Adventure Land, Desa Sukagalih, Megamendung, Emil sapaan akrabnya beserta rombongan pun meninjau vaksinasi Covid-10 di SMAN 3 Cibinong.
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMAN3 Cibinongtersebut merupakan salah satu bentuk dukungan percepatan program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor, yang dilaksanakan oleh Kantor Cabang Dinas ( KCD ) Pendidikan, Wilayah 1 Jawa Barat.
"Kegiatan vaksinasi Covid-19 di SMAN 3 Cibinong ini diharapkan dapat mempercepat pembentukan kekebalan kelompok atau herd immunity. Selama ini kami terus melakukan peninjauan vaksinasi Covid-19 di semua daerah di Jawa Barat baik itu kalangan pelajar maupun umum,” tambah Emil.
Di lokasi yang masuk dalam Kelurahan Nanggewer tersebut, suami dari Atalia ini pun puas ketika melihat kegiatan Vaksinasi Covid-19 di SMAN 3 Cibinong yang juga diikuti masyarakat umum berjalan dengan lancar serta tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.
“Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMAN 3 Cibinong , Kabupaten Bogor telah berjalan dengan baik, menerapkan Prokes si area kegiatan yang lumayan luas,” sambungnya.
Ia juga sangat mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 dan melanjutkan bahwa kegiatan tersebut jadi salah satu bentuk nyata dukungan dunia pendidikan terutama civitas aademika terhadap program percepatan vaksinasi Covid-19 tingkat daerah dan bahkan nasional.
"Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat umum dan pelajar di wilayah Jawa Barat merupakan komitmen Pemprov Jawa Barat dan pemerintah daerah setempat dalam mempercepat vaksinasi di wilayah," lugas Emil.
Dalam kesempatan ini, ia juga berharap Pemkab Bogor untuk terus menggenjot target vaksinasi Covid-19 tiap harinya. Hal ini akan berkaitan erat terciptanya Herd Immunity di Provinsi Jawa Barat pada akhir tahun ini.
"Hingga kemarin, Vaksinasi Covid -19 sudah mencapai 30 juta jiwa dari total jumlah penduduk 50 juta jiwa atau setara dengan Negara Korea Selatan dan terbanyak di Indonesia, itu kalau dilihat dari segi jumlah dosis. Namun kalau dari presentase progres vaksinasi Covid-19, Jawa Barat tidak akan juara dan Indonesia tidak akan menjadi nomor 5 atau 6 sedunia. Karena wabah Covid-19 belum hilang dan sebelum Presiden Joko Widodo memplokmamirkan kemerdekaan dari wabah tersebut, maka Prokes dan penggunaan masker pun harus tetap kita lakukan," tukasnya.*** (Reza Zurifwan)