Diluncurkan Selasa, Bima Klaim Bus Trans Pakuan Lebih Nyaman dan Memudahkan

Melanjutkan pembenahan transportasi di Kota Bogor, Wali Kota Bogor Bima Arya merealisasikan sejumlah program.

Diluncurkan Selasa, Bima Klaim Bus Trans Pakuan Lebih Nyaman dan Memudahkan
Wali Kota Bogor Bima Arya berada dalam bus Trans Pakuan.

INILAHKORAN, Bogor - Melanjutkan pembenahan transportasi di Kota Bogor, Wali Kota Bogor Bima Arya merealisasikan sejumlah program. Mulai dari rerouting (penggabungan trayek), reduksi (peremajaan), hingga konversi 3 angkot menjadi 1 bus.

Terbaru, Bima Arya memamerkan Bus Kita Trans Pakuan hasil kolaborasi Pemkot Bogor dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Program ini tidak saja untuk mengurangi jumlah angkutan perkotaan (angkot) tapi juga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi warga.

Bus berukuran tiga perempat ini dijadwalkan mengaspal pada Selasa 2 November 2021 dengan melayani koridor 5 yang melintasi rute Ciparigi, Warung Jambu, Ahmad Yani, Air Mancur, Fly Over Martadinata, Merdeka, Jembatan Merah, dan Stasiun Bogor. Kemudian dari Stasiun Bogor kembali lagi menuju Ciparigi melalui Jalan Juanda, Sudirman, Pemuda, Warung Jambu, Sholeh Iskandar, Talang, Simpang Pomad.

Baca Juga: Sip! Para Sopir Angkot di Bogor Dilatih Operasikan Bus Kita Trans Pakuan

Berbagai fasilitas disematkan dalam bus medium jenis terbaru Nucleus 5 ini. Secara eksterior yang paling mencolok adalah fasilitas bracket atau rak khusus sepeda yang dipasang pada moncong bus untuk memudahkan para goweser. Bentuknya futuristik ditambah sentuhan desain Batik Bogor.

Pada interior pastinya terpasang pendingin udara (AC), CCTV, passenger counting system, disability friendly, peralatan keamanan APAR dan pintu emergency. Untuk kapasitas penumpang 35 orang terdiri dari 20 tempat duduk dan 15 berdiri.

Bima Arya mengatakan, bus Trans Pakuan ini diproyeksikan akan menggantikan angkot-angkot di Kota Bogor dengan sistem konversi. Jadi, 3 unit angkot akan digantikan menjadi 1 unit bus Trans Pakuan jenis ini. Sehingga, dengan hadirnya 49 bus dari BPTJ, maka akan menggantikan 147 angkot sampai akhir tahun 2021.

"Inilah penampilan Bus Kita Trans Pakuan yang sedang diproduksi di karoseri Laksana dan sudah saya lihat langsung di Semarang. Kerjasama dengan BPTJ kemenhub. Insya Allah 49 bus siap meluncur di November ini, menggantikan 147 angkot. Konversi 3 angkot menjadi 1 bus," kata Bima Arya, Minggu 31 Oktober 2021.

Baca Juga: Pemkot Bogor Uji Coba Bus Listrik Gratis Selama Sebulan

Dia melanjutkan, nasib sopir angkot nantinya jadi pengemudi bus dengan sistem shift.

"Yang tidak jadi pengemudi bus akan dilatih menjadi mekanik atau ditempatkan di bagian perawatan," tambah Bima Arya.

Sementara itu, Sekretaris BPTJ Zamrides menyatakan kehidaran bus Trans Pakuan ini merupakan implementasi program Buy The Service (BTS). Ini bentuknya adalah kolaborasi peremajaan transportasi di seluruh Indonesia, khususnya sekarang di Kota Bogor.

"Karena ini untuk perbaikan transportasi, kita harus mulai dari BTS, ada subsidi kepada penumpang agar mereka mau naik angkutan umum," ungkap Zamrides.

Dia menambahkan, awalnya BPTJ merencanakan menghadirkan 75 bus di Kota Bogor. Namun mengingat waktu yang pendek sisa 2 bulan, jadi hanya bisa 49 bus secara bertahap. Bus Kita Trans Pakuan ini akan soft launching awal November dan sudah langsung beroperasi.

Baca Juga: Rayakan HJB ke-539, Forkopimda Kota Bogor Ramai-ramai Naik Bus Uncal

"Untuk awal gratis hingga akhir tahun. Nanti kami evaluasi, bisa saja kalau sudah berbayar, bayarnya setengah atau seperti apa skemanya. Tapi tetap ada subsidi," jelasnya.

Zamrides membeberkan, hadirnya kenyamanan dalam BTS ini bertujuan agar masyarakat yang semula menggunakan kendaraan pribadi beralih ke bus. Dengan menggunakan angkutan umum diharapkan dapat mengurangi penggunaan BBM oleh masyarakat. Di sisi lain, dapat meminimalisir dampak kerugian ekonomi dan kehilangan waktu akibat dari kemacetan, mengurangi polusi udara yang mencemari lingkungan.

"Kami integrasikan dengan stasiun, dengan terminal, kami integrasikan semua sehingga masyarakat dimudahkan dan diberikan kenyamanan saat menaiki angkutan umum," tuturnya.***(rizki mauludi)


Editor : inilahkoran