Bima Arya: Pasar Tradisional di Kota Bogor Bakal Terapkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik

Sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor akan menerapkan kebijakan Larangan Penggunaan Kantong Plastik. Aturan itu merupakan perluasan.

Bima Arya: Pasar Tradisional di Kota Bogor Bakal Terapkan  Larangan Penggunaan Kantong Plastik
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, pasar tradisional di Kota Bogor akan menerapkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik.

INILAHKORAN, Bogor - Sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor akan menerapkan kebijakan Larangan Penggunaan Kantong Plastik. Aturan tersebut merupakan perluasan kebijakan yang sebelumnya berlaku di toko ritel modern dan pusat perbelanjaan.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, perluasan kebijkaan itu dilakukan saat meluncurkan program Pasar Bebas Plastik di pasar tradisional Blok F Pasar Kebon Kembang. Nantinya, semua pasar tradisional di Kota Bogor akan menerapkan kebijakan Larangan Penggunaan Kantong Plastik.

"Hari ini kebijakan Kota Bogor Tanpa Kantong Plastik resmi diperluas ke pasar tradisional di Kota Bogor, tidak hanya di toko modern atau ritel. Tahap awal, kita pilih Pasar Kebon Kembang untuk menerapkan kebijakan Larangan Penggunaan Kantong Plastik. Utamanya pasar kering yang diprioritaskan kemudian secara bertahap ke pasar basah," kata Bima Arya, Senin 13 Desember 2021.

Baca Juga: Pemkot Bogor Matangkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik di Pasar Tradisional

Menurutnya, Larangan Penggunaan Kantong Plastik itu diatur dalam Perwali Nomor 61 Tahun 2018. Dengan adanya wacana perluasan kebijakan, Perwali Nomor 61 Tahun 2018 itu pun akan direvisi.

Untuk penerapan kebijakan serupa di pasar basah, Bima mengaku perlu proses sosialisasi dan persiapan. Perluasan penerapan kebijakan itu diakuinya memerlukan waktu dua tahun.

"Untuk masuk ke pasar basah memang memerlukan waktu. Tapi, saya yakin sebelum 2024 akan diterapkan," tambahnya.

Sejauh ini, sejak diterapkan kebijakan larangan kantong plastik di Kota Bogor jumlah sampah plastik yang mampu direduksi cukup signifikan. Angkanya pengurangannya sebesar 10 persen dari total 2,5 ton per hari.

Baca Juga: Wabup Bogor Ingankan Bebas Kantong Plastik

"Mayoritas sampah plastik di Kota Bogor berasal dari pasar," ujarnya.

Disinggung masih adanya produsen yang menggunakan plastik sebagai pembungkus, Bima mengaku hal tersebut langsung dari produsen dan bukan dari pedagang. Untuk itu, diperlukan koordinasi lagi dengan kebijakan pusat agar sinergis dan lebih mendukung penerapan kebijakan bebas plastik.

"Jadi bukan dari pedagangnya, tapi dari suppliernya yang ada di luar kota. Saya ingatkan kalau sampai Kota Bogor, itu disingkirkan atau kalau bisa dikomunikasikan atau diingatkan agar kalau mengirim ke Kota Bogor enggak usah pakai bungkus plastik," jelasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran