Iwan Setiawan Prediksi SILPA 2021 di Kabupaten Bogor Mencapai Rp700 Miliar
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan memprediksi angka SILPA 2021 di Kabupaten Bogor mencapai Rp700 miliar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan memprediksi angka SILPA 2021 di Kabupaten Bogor mencapai Rp700 miliar. Selain efesiensi, prediksi itu pun memperhitungkan kelebihan target pendapatan.
Tak hanya itu, Iwan Setiawan menyebutkan ada sejumlah pekerjaan proyek insfrastruktur yang tidak terserap 100% dan program kerja yang dicoret. Prediksi besaran SILPA 2021 itu seirama dengan prediksi diutarakan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Bogor Ade Jaya Munadi yang menyebutkan angka sama.
"Berdasarkan hal itu, kami memprediksi besar SILPA 2021 di Kabupaten Bogor akan mencaapai Rp700 miliar," kata Iwan Setiawan, Senin 13 Desember 2021.
Baca Juga: Prediksi SILPa TA 2021 Kabupaten Bogor Menurun Hingga Rp 700 Miliar
Dia menuturkan, lantaran adanya sisa lebih penggunaan anggaran atau SILPA 2021 itu kemungkinan besar proyek insfrastruktur peningkatan jalan, pembangunan pedestrian, pembangunan gelanggang olahraga masyarakat (GOM), rumah sakit, dan lainnya meluncur ke awal 2022.
"Banyak proyek insfrastruktur yang akan kami berikan waktu tambahan dan berikan sanksi denda, sementara pembangunan RSUD Bogor Utara dan Pembanguna Jalan Cigudeg-Cisangku-Kiara Sari yang anggarannya berasal dari program pemulihan ekonomi nasional dan bantuan keuangan Pemprov Jawa Barat akan kami putus kontrak, karena mereka tidak mungkin kami berikan waktu tambahan," tuturnya.
Iwan Setiawan mengaku heran proyek insfrastruktur terutama peningkatan jalan dan pembangunan pedestrian Jalan Kandang Roda-Pakansari tidak meminta bantuan pemerintah daerah. Padahal, setiap akhir pekan dan libur pekerjaannya terganggu aktivitas para pedagang kaki lima (PKL).
Baca Juga: Hindari Silpa, Dewan Minta Prioritaskan Anggaran Kesehatan dan Perekonomian
"Hingga saat ini, Pemkab Bogor belum menerima permohonan bantuan penertiban PKL, kami anggap mereka mampu. Padahal, di lapangan progres pekerjaan para penyedia jasa terganggu hingga terancam pekerjaannya meluncur ke awal tahun depan," paparnya.
Guna mengantisipasi proyek insfrastruktur molor, mangkrak, atau meluncur ke tahun berikutnya, dia menyebutkan ke depan Pemkab Bogor akan mematangkan perencanaan proyek insfrastruktur. Selain itu, pihaknya pun akan memperbanyak peninjauan ke lapangan hingga memperkecil kendala yang dihadapi. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


