Hatta, Bumdes Megamendung Jaya, dan Geger Paseban

Kabupaten Bogor itu surga wisata. Bumdes Megamendung Jaya mencoba memanfaatkannya. Menggarap sektor wisata, melibatkan anak-anak muda.

Hatta, Bumdes Megamendung Jaya, dan Geger Paseban
Bumdes Megamendung Jaya mulai menggarap sektor wisata di Kawasan Puncak.

INILAHKORAN, Cibinong - Kabupaten Bogor itu surga wisata. Bumdes Megamendung Jaya mencoba memanfaatkannya.

Megamendung adalah salah satu titik penting berjalanan putra terbaik bangsa, Bung Hatta. Di kawasan yang indah ini, dia menyudahi salah satu nazarnya.

Apa itu? Sekali waktu, Bung Hatta bertekad untuk tidak akan menikah sampai Indonesia merdeka. Tiga bulan lebih sehari setelah pembacaan kemerdekaan negeri, dia mengakhiri kesendiriannya.

Usia Hatta tak lagi muda kala itu. Sudah 43 tahun. Yang dia persunting mojang Bandung, Rahmi, yang masih muda, 19 tahun. Di tempat yang indah, di Megamendung, Kabupaten Bogor itulah, Hatta dan Rahmi mengikat janji sehidup-semati.

Baca Juga: Keren, Anak Muda Megamendung Diundang Menteri Desa Setelah Sukses Bangun Bumdes

Megamendung memang lokasi yang istimewa. Dia seperti surga yang dijatuhkan Sang Pencipta ke bumi. Alamnya indah. Udaranya sejuk. Masyarakatnya pun ramah.

Dia kini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Bogor. Salah satunya, vila tempat Hatta dan Rahmi melangsungkan pernikahan.

Tapi, Megamendung tak hanya vila itu. Ada banyak titik keindahan di sana. Itulah yang kini dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Megamendung Jaya sebagai salah satu sektor usahanya.

Baca Juga: Prestasinya Menjulang, Bumdes Megamendung Jaya Kebagian Hibah

Hal ini sejalan dengan dorongan Bupati Bogor, Ade Yasin, agar Bumdes mengelola situ, hutan, dan sumber daya alam lainnya untuk dijadikan objek atau destinasi wisata yang bermanfaat bagi masyarakat sekeliling, termasuk desa.

Para anak muda yang tergabung dalam Bumdes Megamendung Jaya, tidak hanya berkebun tanaman kopi dan bertani madu, yang sudah mereka lakukan sebelumnya. Mereka juga akan membuat paket wisata minat khusus bernama Geger Paseban.

Dalam paket wisata tersebut, para wisatawan tidak hanya berwisata agro seperti memanen kopi dan madu, tetapi juga wisata minat khusus yaitu dengan hiking atau naik gunung.

“Paket Geger Paseban itu, wisata naik gunung di mana bisa ke Gunung Kencana, Curug Cibulao, Desa Tugu Utara, Curug Cilember, Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, ke Curug Panjang, Desa dan Kecamatan Megamendung dan juga ke Agro Wisata Kopi ke Kecamatan Sukamakmur,” kata Direktur Bumdes Megamendung Jaya, Muhammad Yusuf kepada wartawan, Rabu (15/12).

Baca Juga: Keren! Warga Megamendung Produksi Miniatur Vespa dari Limbah

Ia menerangkan, paket wisata Geger Paseban ini akan bekerja sama dengan Highland Indonesia, Djarum Foundation, dan pemilik lahan. Hingga selain naik gunung, wisatawan bisa camping di hutan hujan khas Puncak.

“Paket Geger Paseban ini target kami bukan hanya wisatawan nusantara, tetapi juga wisatawan mancanegara seperti Jepang, Belanda, Jerman dan lainnya. Para wisatawan, nantinya akan bisa camping di hutan hujan di Kampung Paseban,” terangnya.

Yusuf menuturkan dengan paket wisata Geger Paseban, kebun kopi, pertanian madu dan unit usaha lainnya bisa mengurangi jumlah angka pengagguran di Desa Megamendung. 

“Dengan paket wisata Geger Paseban, kebun kopi, pertanian madu, dan unit usaha ekonomi kreatif Bumdes lainnya, para pemuda tidak usah jauh-jauh mencari kerja karena bisa mencari uang di desanya. Mereka saya harap semangat membangun desanya dan yakin walaupun tinggal di desa, rezekinya kota,” tutur Yusuf.

Kemarin, Bupati Bogor Ade Yasin mendorong Bumdes untuk bisa mengelola situ, hutan dan sumber daya alam lainnya untuk dijadikan objek atau destinasi wisata.

Hal itu ia lakukan karena menggeliatnya sektor pariwisata beserta ekonomi kreatifnya bisa ikut beeperan dalam upaya pemulihan ekonomi, mengurangi angka pengangguran dan lain sebagainya.

“Banyak peluang di sektor pariwisata dan juga ekonomi kreatif, hingga Pemkab Bogor mendorong kemajuan Bumdes untuk ikut mengelola situ, hutan dan mengembangkan usaha ekonomi kreatif. Kami ingin Bumdes ikut berupaya dalam memulihkan ekonomi dan mengurangi angka pengangguran,” kata Ade Yasin.

Politisi PPP ini menambahkan situ, hutan, curug dan lainnya di seluruh wilayah Bumi Tegar Beriman sangat layak menjadi sektor unggulan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saya jamin sektor pariwisata yang akan mereka kelola cukup layak menjadi sektor unggulan dan mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat desa,” tambahnya. (reza zurifwan/ing)


Editor : inilahkoran