Dishub Kota Bekasi yang Lawan Arus di Puncak, Ternyata Mengawal Kerabat Pejabat

Kendaraan Dinas Perhubungan Kota Bekasi yang melawan arus lalu lintas di Depan Pos Polisi Gadog Megamendung dan hampir menabrak kendaraan

Dishub Kota Bekasi yang Lawan Arus di Puncak, Ternyata Mengawal Kerabat Pejabat
-Kendaraan Dinas Perhubungan Kota Bekasi yang melawan arus lalu lintas di Depan Pos Polisi Gadog

 

INILAHKORAN-Kendaraan Dinas Perhubungan Kota Bekasi yang melawan arus lalu lintas di Depan Pos Polisi Gadog, Megamendung dan hampir menabrak kendaraan lainnya dikabarkan mengawal kendaraan kerabat pejabat Kota Bekasi.
 
Hal itu dikatakan Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Bogor Ipda Ardian Noviantasari yang menilang dan mencopot kendaraan Dishub Kota Bekasi, Jumat, (31/12/2021)
 
"Yang dikawal petugas Dishub Kota Bekasi, itiu kerabat baik (pejabat) Pemerintah Kota Bekasi. Pejabat tersebut meminta bantuan kepada Dishub Kota Bekasi agar bisa mengawal kendaraan mewah dan kerabatnya Hotel Pullman Ciawi Vimala Hills Resorts, Spa and Convention," kata Ipda Ardian.
 
 
Ia menerangkan, pejabat tersebut sebelumnya sempat meminta pengawalan ke Sat Lantas Polres Bekasi Kota, namun karena semua petugas Sat Lantas, sibuk melakukan Operasi Lillin Lodaya, maka mereka tidak bisa membantu melakukan pengawalan.
 
"Mereka sempat meminta pengawalan ke Sat Lantas Polres Bekasi Kota, namun karena statusnya siaga, dimana saat ini menghadapi liburan natal dan tahun baru (Nataru) maka petugas tidak bisa membantu," terangnya.
 
Ipda Ardian menuturkan bahwa pengawalan kendaraan hanya dilakukan kepada kendaraan atau mobil dinas pejabat, kalau bukan pejabat, maka Sat Lantas Polres Bogor menghimbau agar mengikuti undang-undang dan aturan yang berlaku.
 
 
Sementara itu, Dede Fakhrudin Suhendi (42 tahun) pengendara mobil Dishub Kota Bekasi mengaku salah karena melanggar Undang-Undang nomor 22 Tahun 2009 pasal 134 dan pasal 59 tentang lalu lintas.
 
"Siap salah karena melanggar aturan, kebetulan ada masyarakat minta tolong pengawalan ke Kawasan Puncak. Saya ga tau kalau ada Operasi ganjil genap (Gage) hingga saya melakukan pengawalan dari Gerbang Tol Bekasi Barat. Saya ga dibayar atas pertolongan yang kami berikan," ucap Dede. (Reza Zurifwan)***


Editor : inilahkoran