Keren! Anggota DPRD ini Bantu Masyarakat Miskin di Bogor untuk Tebus Ijazah

Anggota DPRD dari PAN Achmad Rifki Alaydrus membantu puluhan warga Bogor yang ijazah mereka tertahan.

Keren! Anggota DPRD ini Bantu Masyarakat Miskin di Bogor untuk Tebus Ijazah
Anggota DPRD Kota Bogor dari Partai Amanat Nasional (PAN) Achmad Rifki Alaydrus membantu puluhan warga yang ijazahnya tertahan.

INILAHKORAN, Bandung- Anggota DPRD Kota Bogor dari Partai Amanat Nasional (PAN) Achmad Rifki Alaydrus membantu puluhan warga yang ijazah mereka tertahan di wilayah Bogor Barat.

Diketahui penebusan ijazah tersebut atas bantuan dari program Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yaitu program Bantuan Sosial Terencana (BST) senilai Rp2,5 miliar atas usulan dari DPRD Kota Bogor.

Ahmad Rifki Alaydrus mengatakan, ada sekitar 50 siswa yang dirinya bantu untuk menebus ijazah yang tertahan. Ke-50 siswa itu dari berbagai sekolah baik dari tingkat SMP hingga tingkat SMA/SMK.

Baca Juga: Butut Kasus Arteria Dahlan, Budayawan: Orang Sunda Jangan Mau Dipolitisasi!

"Alhamdulillah 50 orang tua murid sudah clear, akan tetapi ada beberapa masih yang tertunggak. Cuma saya tekankan lebih kepada pihak sekolah lebih dikuatkan dulu untuk ijazahnya sambil nanti kami memberikan kebijakan atau perjanjian tertulis antara orang tua siswa dan sekolah.Yang paling penting ijazahnya jangan sampai tertahan," ungkap Ahmad Rifki Alaydrus.

Rifki menjelaskan, tertahannya ijazah tersebut, dikarenakan faktor ekonomi dari orang tua murid. Sebab menurutnya dimasa pandemi Covid-19 banyak warga yang terdampak dari faktor ekonomi.

"Rata-rata ijazah yang tertahan itu di tingkat SMP. Mereka menunggak mulai dari Rp 1 juta hingga Rp.2 juta," tutur salah satu dewan muda Kota Bogor ini.

Baca Juga: Naik Kelas Jadi 'Dinas', Damkar Kota Bogor Langsung Kebanjiran Order Penyelamatan

Rifki memaparkan, dengan demikian, dirinya mengapresiasi program BST dari Pemkot Bogor tersebut yang sudah 4 tahun berjalan untuk membantu ijazah warga yang tertahan dengan anggaran untuk SMP Rp1,5 juta dan untuk SMA/SMK Rp3 juta.

"Karena ini hak dasar manusia untuk memperoleh pendidikan yang layak. Program BST ini, merupakan solusi dari Pemkot Bogor untuk membantu ijazah warga yang tertahan," paparnya.

Ia berharap, di tahun 2022 ini anggaran program BTS bisa ditambah dari anggaran tahun 2021 sebesar Rp2,5 miliar.

"Saya harap Pemkot Bogor terus berkomitmen terkait pendidikan dan kesehatan. Jangan sampai setelah lulus mereka (siswa) tidak bisa melanjutkan bekerja, melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi untuk kuliah," harapnya.

Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Anjurkan Baca Doa Anti Galau Ini, Obat dari Segala Kesedihan!

Rifki juga mengatakan, bahwa dirinya mendapat terkendala saat akan membantu menebus ijazah tingkat SMA/SMK, karena tingkat SMA/SMK dibawah Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat. Tetapi dia segera berkoordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan wilayah II Jawa Barat.

"KCD sudah menekankan kepada para sekolah agar tidak menahan ijazah. Program BST ini, pengajuannya harus dari pihak sekolah kepada Disdik dengan melampirkan beberapa persyaratan. Persyaratannya pihak sekolah melakukan pengajuan ke Disidik, dengan melampirkan bukti tunggakan, bukti KTP dan KK orang tua, foto copy ijazah dan SKTM dari kelurahan," terangnya.

Sementara, orang tua siswa yang ijazahnya tertahan, Sumaryani mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Rifki Alaydrus.

Baca Juga: Ustadz Hanan Attaki Bahas Makna Surat Ad dhuha, 'Allah Nggak Bakal Ninggalin Kamu'

Dirinya mengaku baru mengetahui adanya bantuan program BTS dari Pemkot Bogor setelah bertemu dengan Rifki beberapa waktu lalu.

"Alhamdulillah saya merasa terbantu. Terimakasih pak Rifki dan Pemkot Bogor," pungkasnya.***(Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran