Warga Asli Bojong Koneng Terusik! Buntut Kisruh Penggarap Lahan Berdasi dengan Sentul City

Warga Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor merasa terusik dengan sengketa antara Sentul City dan para penggarap lahan.

Warga Asli Bojong Koneng Terusik! Buntut Kisruh Penggarap Lahan Berdasi dengan Sentul City
Warga Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor terusik gegara konflik antara Sentul City dengan para penggarap lahan.

INILAHKORAN, Bandung- Kisruh para penggarap lahan 'berdasi' dengan Sentul City akhirnya mengusik warga asli Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Warga Bojong Koneng merasa nama mereka dicatut pihak penggarap lahan yang bersengketa dengan Sentul City.

Warga Bojong Koneng menuding para penggarap lahan telah mengklaim sebagai pemilik tanah, padahal hanya membeli oper alih garapan.

Baca Juga: Jadwal Vaksinasi Kota Bandung Februari 2022 Terbaru

Di sisi lain, PT Sentul City TBK dianggap warga sebagai pemegang sah Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dari Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor.

Sejumlah warga asli Desa Bojong Koneng, yang terusik atas klaim orang luar wilayah tersebut, telah mendatangi kantor PT Sentul City Tbk di TMO Tower untuk menyampaikan unek-uneknya, Jumat 28 Januari 2022 lalu.

“Alhamdulilah untuk lahan warga asli Desa Bojong Koneng tidak ada masalah dan tidak ada yang di gusur, karena sejak awal belum ada permasalahan, kalaupun ada masalah yang ramai itu bukan warga asli,” kata Lukman salah seorang warga asli Desa Bojong Koneng kepada wartawan usai diterima Solihin, perwakilan Sentul City.

Baca Juga: Ma Dong Suk Akan Kembali ke AS Pada Musim Panas untuk Syuting Marvel Sebagai Gilgamesh

Pria berusia 30 tahun itu pun meminta, agar nama warga jangan di bawa–bawa dalam kasus sengketa tanah mereka dengan PT. Sentul City Tbk.

Ia juga menekankan warga asli Desa Bojong Koneng tidak mau di jadikan alat yang dilakukan oleh para penggarap lahan berdasi.

Karena selain warga asli dicatut, nama baik Desa Bojong Koneng jadi tercoreng karena dianggapnya senang berkonflik.

“Jangan usik warga asli Desa Bojong Koneng karena kami ingin tenang. Kami tidak mau di di bawa kepermasalahan orang lain,” sambungnya.

Baca Juga: Simak Cara Daftar SNMPTN 2022, Siapkan Dokumen Penting Ini

Lukman berharap, semua pihak menjaga iklim yang kondusif di Desa Bojong Koneng. Dia juga meminta orang-orang luar wilayah yang menguasai tanah garapan jangan lagi bikin kegaduhan.

“Selesaikan melalui jalur hukum. Jangan bawa bawa warga asli lagi sebagai tameng, Jangan bawa massa dari luar dan jangan juga bawa ke ranah politik,” tutur Lukman.

Hal senada diungkapan Badru (60 tahun), warga di RT 01, RW 03, Kampung Sudi, Desa Bojong Koneng. Penggarap yang sudah 20 tahun memanfaatkan tanah dengan status pinjam PT Sentul City Tbk mengaku tidak pernah punya masalah dengan pihak developer tersebut.

Baca Juga: APBD 2022 Kota Bogor Ditetapkan Rp 2,53 Triliun, Segini Target Pendapatan Asli Daerah

"Alhamdulilah selama ini tidak ada masalah, saya menggarap meminjam lahan dari PT Sentul City Tbk siap mengikuti aturan di sana. Kalaupun lahan yang saya garap diambil, saya diberikan kembali pinjaman lahan oleh PT. Sentul City Tbk untuk bertani, walaupun harus pindah lokasi," ungkap Badru.

Ia menambahkan selama ini telah diuntungkan dengan peminjaman lahan ini. Banyak warga disini yang menggarap lahan milik PT Sentul City Tbk dan kami bersyukur masih bisa memanfaatkan lahan untuk bertani di sini.

“Yang ribut ribut itu kan warga luar Desa Bojong Koneng. Kami di sini gak ada masalah. Sekali lagi, jangan tarik tarik warga asli ke masalah mereka dong,” tambahnya.*** (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran