Pelatih Futsal Asal Bogor Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ajak Nginap hingga Minta 'Pap' ke Bocah Laki-laki

Seorang pelatih futsal asal Bogor yang akrab disapa Gopal diduga melakukan pelecehan seksual terhadap peserta didiknya.

Pelatih Futsal Asal Bogor Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ajak Nginap hingga Minta 'Pap' ke Bocah Laki-laki
Viral postingan kasus pelecehan di Bogor.

INILAHKORAN, Bandung - Seorang pelatih futsal asal Bogor diduga melakukan pelecehan seksual. Bahkan, pelaku sering mengajak menginap di kosannya dan meminta 'pap' ke bocah laki-laki yang merupakan peserta didiknya.

Kasus ini bermula usai pengguna Instagram @ganenxx.theja membagikan peristiwa dugaan pelecehan yang dilakukan oleh seorang pelatih futsal yang akrab disapa Gopal.

Dalam unggahannya itu disebutkan bahwa pelatih futsal tersebut sering meminta peserta didiknya untuk menginap di tempatnya dengan diiming-imingi uang hingga sepatu futsal.

Baca Juga: Dibuang Agensi hingga Resmi Bertunangan, Inilah Perjalanan Kisah Cinta HyunA dan DAWN

Pelaku merupakan pelatih futsal di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bogor.

Selain itu, tak hanya diajak menginap dan dimintai pap tak senonoh, pelaku juga dikatakan sering melakukan pelecehan seksual secara fisik kepada korban.

Percakapan antara pelaku dan korban juga diunggah lengkap di akun Twitter @arechicc.

Dalam unggahannya, terlihat bukti-bukti pelatih futsal asal Bogor tersebut mencoba untuk mengajak peserta didiknya menginap.

Baca Juga: Ogah Ketemu Doddy Sudrajat, Faisal Mengaku Sakit Hati Gegara Ini

Tak sampai di situ, dalam bukti tersebut si pelatih futsal itu mengirim foto alat kelaminnya kepada korban.

Selain diduga melakukan pelecehan seksual, pelatih futsal asal Bogor itu juga terlibat kasus penipuan jersey dengan total perkiraan kerugian lebih dari Rp30 juta.

 Baca Juga: Sinopsis Deretan Film Baru di Bulan Februari, 'Casablanca Beats' hingga 'Aline' Tayang di KlikFilm

Unggahan itu pun menjadi ramai di media sosial. Banyak netizen yang meminta agar kasus tersebut diusut tuntas. Dikarenakan kemungkinan ada banyak anak yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual tersebut.***


Editor : inilahkoran