Naik BisKita Transpakuan Bogor Sampai Kapan Gratis? Nasib Sopir Angkot Bagaimana?
BisKita Transpakuan di Kota Bogor menuai banyak pujian dari berbagai kalangan. Tapi, ada beberapa pertanyaan yang kemudian timbul. Apa saja?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor- Kehadiran BisKita Transpakuan di Kota Bogor disebut sangat bermanfaat sebagai sarana transportasi masyarkat.
Efektifitas BisKita Transpakuan sebagai sarana transportasi di Kota Bogor diakui DPRD setempat.
Tapi kini muncul pertanyaan, sampai kapan BisKita Transpakuan akan digratiskan Pemkot Bogor?
Baca Juga: Sebut Ada Sosok Sahabat yang Jaga Gala Sky Usai Kecelakaan, Tom Liwafa Sentil Sepupu Vanessa Angel
Selain itu, dipertanyakan juga bagaimana nasib para sopir Angkutan Kota (Angkot) yang saat ini jalurnya dilalui oleh BisKita Transpakuan.
Bendahara Fraksi Gerindra H.M. Zaenal Abidin mengatakan, dirinya mengapresiasi BisKita yang digulirkan Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakilnya Dedie A Rachim sebagai sarana transportasi masyarakat yang nyaman.
"Jadi mereka sangat terbantu untuk berpergian dari batas Kota Bogor hingga ke pusat kota. Namun para masyarakat mempunyai pertanyaan yang besar, yaitu sampai kapan BisKita Transpakuan akan digratiskan dan untuk tarifnya sendiri berapa. Masyarakat yang menyampaikan aspirasi berharap agar tarifnya sesuai dengan kemampuan masyarakat menengah kebawah," tutur Zenal.
Baca Juga: Penggemar Serial Friends di China Ngamuk! Tayang Ulang dengan Sensor Termasuk Soal LGBT
Untuk itu, Zenal berpesan kepada Pemkot Bogor dan PDJT agar mematangkan kajian tarif yang layak dan tidak memberatkan masyarakat.
Dia ingin BisKita bisa sesuai harapan masyarakat menjadi sarana transportasi yang nyaman dan tetap terjangkau.
"Tarif harus sesuai, jangan sampai pengusaha meraup untung yang banyak dari pelayanan publik ini. Karena saat ini BisKita ini bekerjasama dengan pihak swasta kan, bukan hanya PDJT," tegasnya.
Baca Juga: Beredar Penipuan Mengatasnamakan Wali Kota Bandung, Begini Imbauan Yana Mulyana
Zenal memaparkan, selain itu ada aspirasi yang masuk ke DPRD Kota Bogor yaitu terkait kejelasan rekrutmen sopir angkot.
Diharapkan hal itu dijalankan PDJT, agar sopir angkot yang kehilangan pekerjaannya bisa menjadi bagian dari pengoperasian BisKita.
"Termasuk untuk persoalan surat izin mengemudi yang berbeda antara angkot dengan bus. Ya, harus dibantu itu juga," jelasnya.
Baca Juga: Berikut Jadwal SIM Keliling Cimahi Senin 14 Februari 2022
Zenal menambahkan, karena saat ini banyak keluhan dari sopir angkot yang dilalui BisKita Transpakuan ada penurunan pendapatan yang cukup signifikan.
"Dari satu sisi bagus, pelayanan BisKita ini membuat masyarakat nyaman. Tapi disatu sisi harus dipikirkan nasib harus dipikirkan nasib sopir angkot karena mereka punya keluarga yang harus dipenuhi kebutuhannya," pungkasnya.***(Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


