Hattrick, Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Per Hari di Atas 1.000
Penambahan kasus positif Covid-19 Kota Bogor mencetak hattrick di atas 1.000 kasus selama tiga hari berturut-turut
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Penambahan kasus positif Covid-19 Kota Bogor mencetak hattrick di atas 1.000 kasus selama tiga hari berturut-turut dimulai Kamis 17 Februari 2022 hingga Sabtu 19 Februari 2022.
Klaster yang masih mendominasi adalah klaster keluarga dalam kasus penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Bogor. Selain itu, usia dibawah 50 tahun juga mendominasi penambahan kasus, artinya mereka adalah yang dikategorikan usia produktif dengan beraktivitas bekerja, mahasiswa atau pelajar.
Untuk mengantisipasi penambahan kasus positif Covid-19 Kota Bogor, Satgas Covid-19 Kota Bogor juga masih melakukan pembatasan dengan mengurangi mobilitas warga. Penerapan ganjil genap (Gage) masih diterapkan, pedestrian seputar Sistem Satu Arah (SSA) masih ditutup dan beberapa ruas jalan diberlakukan sistem buka tutup.
Baca Juga: ALTI Ngebet Lari Trail Dipertandingkan di Ekshibisi PON 2024 Aceh-Sumut
"Ya, jadi penambahan kasus positif Covid-19 Kota Bogor sebanyak 1.060 orang. Alhamdulillah untuk penambahan Selesai Isolasi/sembuh meningkat drastis yang tadinya di bawah 100 orang, saat ini diangka 613 orang. Sehingga total kasus Covid-19 Kota Bogor 49.216 orang. Total selesai/sembuh 39.779 orang, kemudian masih sakit 8.906 orang dan angka kematian 531 orang," ungkap Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim kepada INILAH pada Minggu 20 Februari pagi.
Dedie melanjutkan, dari jumlah penambahan selama tiga hari diatas 1.000 orang, rata-rata dari klaster keluarga, karena diawali dari anggota keluarga yang bekerja di kantoran dan perjalanan luar kota.
"Untuk itu saya menghimbau warga untuk terus melaksanakan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat, nenghindari kerumunan dan meningkatkan stamina tubuh dengan mengkonsumsi vitamin, makanan bergizi serta berolah raga secara teratur," tutur Dedie.
Dedie menegaskan, pihaknya juga masih melakukan pembatasan, guna mengurangi mobilitas masyarakat diakhir pekan utamanya.
"Gage masih diberlakukan, seputar SSA ditutup dulu dan beberapa ruas secara situasional buka tutup. Kota Bogor berada pada PPKM level 3," tegasnya.
Dedie juga mengatakan, kalau dilihat, kasus aktif ada 8.906 orang dan BOR 45.1% dari kapasitas tempat tidur 889 menunjukan banyaknya warga yang Isoman dirumah. Termasuk fasilitas isolasi di BPKP Ciawi terisi 51% dari 100 tempat tidur.
"Untuk kasus juga didominasi usia dibawah 50 tahun. Artinya mereka adalah yang dikategorikan usia produktif dengan beraktivitas bekerja, mahasiswa atau pelajar," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


