Kreatif, Jelang Peresmian Pasar Cisarua Tim Gabungan Sulap Lapak PKL Jadi Taman

Tim gabungan dari Satpol PP, Polres dan Kodim Kabupaten Bogor membongkar lapak PKL dan dijadikan taman jelang peresmian Pasar Cisarua

Kreatif, Jelang Peresmian Pasar Cisarua Tim Gabungan Sulap Lapak PKL Jadi Taman
Satpol PP Kabupaten Bogor dibantu Polres Bogor dan Kodim 0621 membongkar kios pedagang kaki lima (PKL) di jalur masuk Cisarua menjadi taman.

INILAHKORAN, Bogor - Pasar Cisarua akan diresmikan sebagai Pasar Rakyat Juara oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Sabtu 26 Februari 2022, Satpol PP Kabupaten Bogor dibantu Polres Bogor dan Kodim 0621 pun membongkar kios pedagang kaki lima (PKL) di jalur masuk pasar tersebut.

"Jelang peresmian Pasar Cisarua sebagai Pasar Rakyat Juara oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hari ini Satpol PP, dibantu Polres Bogor dan Kodim 0621 melakukan pembongkaran 50 kios PKL di jalur masuk pasar," ujar Komandan tim gerak cepat Pol PP (Tiger Cepol) Kabupaten Bogor Fachrul Roji kepada wartawan, Kamis, 24 Februari 2022.

Ia menerangkan, sebelum melakukan pembongkaran 50 kios PKL di jalur masuk Pasar Cisarua, Satpol PP Kabupaten Bogor sudah melayangkan surat peringatan dan himbauan membongkar sendiri kiosnya.

Baca Juga: Ini Kata Pakar Komunikasi Soal Ungkapan Menag Yaqut Cholil Qoumas Azan Disamakan Dengan Gonggongan Anjing

"PKL sudah kami himbau membongkar sendiri kiosnya dan karena masih ada yang membandel, maka jajaran Satpol PP pun melakukan pembongkaran dengan alat berat," terangnya.

Oji sapaan akrabnya menuturkan, bahwa usai melakukan pembongkaran kios, jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor langsung melakukan penataan di pedestrian, tempat kios sementara PKL berdiri.

"Usai melakukan pembongkaran kios PKL, DLH langsung melakukan penataan dengan cara menaruh pot tanaman berukuran cukup besar di pedestrian atau jalur masuk Pasar Cisarua," tutur Oji.

Baca Juga: Tuntut Jam Operasional Truk Tambang Ditegakkan, Massa FMB Geruduk Dishub Kabupaten Bogor

Sebelumnya, wajah Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan merengut saat meninjau ke Pasar Cisarua, ia  kesal bukan karena rendahnya progres proyek revitalisasi Pasar Cisarua tahap II, tetapi karena kondisi pasar yang semrawut.

Saat  politisi Partai Geribdra itu dan rombongan SKPD mau masuk ke Pasar Cisarua yang bakal-bakal dijadikan Pasar Rakyat Juara oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tersebut,

Kendaraannya dinasnya saat itu sempat tersendat saat karena banyaknya kios PKL, secara gamblang, ia pun mengatakan Pasar Cisarua belum layak menjadi pasar rakyat juara karena kondisinya yang seperti tempat pengungsian imigran asal asia tengah.

Baca Juga: Bacaan Sholawat Jibril Latin, Terjemahan, dan Manfaatnya

"Pasar Cisarua masih seperti tempat pengungsian imigran asal asia tengah, belum layak menjadi pasar rakyat juara," kata Iwan kepada wartawan, Kamis, (11/11) tahun lalu.

Kepada PD. Pasar Tohaga dan Kecamatan Cisarua, ia meminta tidak ada lagi PKL maupun pedagang yang berdagang di bahu jalan atau pedestrian di jalur masuk Pasar Cisarua hingga menjadi biang kemacetan lalu lintas pembeli dan juga terlihat kumuh.

"PD. Pasar Tohaga dan Unit Trantib Kecamatan Cisarua harus bisa membenahiPKL maupun pedagang yang berdagang di bahu jalan, hal itu saya minta agar masyarakat senang datang ke pasar karena bersih, tidak semrawut dan hal positif lainnya. Mari kita wujudkan, bahwa Paaar Cisarua layak menjadi pasar rakyat juara karena disini juga bakal ada pusat jajanan kuliner khas Bogor hingga selain masyarakat, wisatawan pun berbondong-bondong datang ke sini," pintanya.

Baca Juga: Lakukan Ini Jika Tidak Ingin Rugi Urusan Dunia, Ustadz Abdul Somad: Kewajiban Semua Umat Islam!

Usai menginventarisir segala permasalahan, Iwan Setiawan pun berharap ada aksi nyata, seperti lahan pedestrian dijadikan taman hingga kedepan tidak lagi dibangun lapak PKL.

"Lahan-lahan bekas kios PKL yang dibongkar saya perintahkan untuk dibuat taman agar menjadi indah, Saya menegaskan bahwa tidak ingin lagi, melihat kekumuhan di  Kawasan  Pasar Cisarua," tukas Iwan. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran