Bima Arya : Persoalan Bersar Bangsa saat Ini Menghargai Masa Lalu

Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Bima Arya menuturkan salah satu persoalan besar bangsa adalah menghargai masa lalu.

Bima Arya :  Persoalan Bersar Bangsa saat Ini Menghargai Masa Lalu
Wali KOta Bogor Bima Arya

INILAHKORAN, Bogor - Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Bima Arya menuturkan, salah satu persoalan besar bangsa adalah menghargai masa lalu. Banyak yang menafsirkan masa lalu hanya romantisme. Padahal masa lalu modal menatap masa depan.

"Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (Jas Merah). Ketika kita gagal merancang masa depan, karena keterbatasan, kita memiliki data-data masa lalu. Dari soal hal yang remeh temeh hingga soal berbangsa dan bernegara. Tugas utama kita awareness (menyadari) ini, bukan hanya administrasi tetapi banyak nilai yang harus dijaga. Jadi saya rasa harus ada yang fokus dan konkret," ungkap Bima dalam keterangan tertulis pada Minggu 6 maret 2022.

Bima melanjutkan, karena itu di JKPI, dirinya mengusulkan beberapa program ke depan, yakni kampanye besar pentingnya pengarsipan dan pendokumentasian hari ini dan membuka kembali arsip yang ada.

Baca Juga: Hendak Bersihkan Sampah, Kakek Goci Hilang Setelah Terperosok di Bantaran Sungai Ciliwung

"Kemudian, Capacity Building atau peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi dinas arsip dan perpustakaan, bagaimana melakukan pendokumentasian dan pengarsipan," tuturnya.

Bima juga memaparkan, selain itu, masing-masing kepala daerah di JKPI khususnya membangun City Gallery atau apapun namanya untuk mewariskan apa yang sudah dicapai saat menjabat.

"Di Kota Bogor ada beberapa opsi. Opsi pertama ada gedung Blenong yang akan diserahkan pak Menteri Sofyan Djalil. Opsi kedua perpustakaan di Balai Kota Bogor. Legacy dalam bentuk museum atau perpustakaan," papar Bima.

Bima menerangkan, untuk langkah kongkrit Kota Bogor, pada perpustakaan daerah yang ditargetkan pembangunannya rampung tahun 2024 nanti, akan menampilkan cerita, suka duka hingga sepak terjang wali kota dari masa ke masa yang juga bisa menjadi salah satu obyek wisata.

Baca Juga: Salut! Polresta Bandung Langsung Antar Motor Curian Hasil Penyitaan ke Rumah Pemilknya

"Selain itu program yang masuk ke segmentasi generasi muda agar aware atau menyadari terhadap warisan masa lalu tidak hanya fisik, tapi dalam bentuk nilai dan makna," terangnya.

Bima juga mengatakan, JKPI sendiri telahnmelakukan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam mengelola pendokumentasian dan kearsipan yang digelar di Gedung Perpusnas, Jakarta pada Jumat (4/3/2022) lalu.

Penandatangan tersebut dilakukan antara Ketua Presidium JKPI, Bima Arya, Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando dan Kepala ANRI, Imam Gunarto. Turut hadir Direktur Eksekutif JKPI, Nanang Asfarinal. (Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran