Sukses One Vilage One CEO, IPB Kini Naikkan Levelnya jadi One Village One Exporter
Suskes dengan program one vilage one CEO di tahun program Petani Milenial Jawa Barat kini IPB naik levelnya jadi one vilage one exporter
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Dramaga - Jika sebelumnya, IPB University memiliki program One Vilage One CE0, di tahun ketiga program petani milenial Jawa Barat, kampus yang dipimpin oleh Arif Satria tersebut menaikkan levelnya One Village One Exporter.
"Di Tahun 2020 kami melalui CEO Scholl telah mendidik 50 petani milenial Jawa Barat dan Tahun 2021 meningkat menjadi 300 petani milenial baik dari Provinsi Jawa Barat maupun provinsi lainnya, selain itu kami menaikkan levelnya dari One Village One CEO, menjadi One Village One Exporter," kata Arif Satria, di Kampus IPB University, Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis, 24 Maret 2022.
Arif Satria menerangkan meningkatnya jumlah petani milenial dan meningkatnya jumlah eksporter merupakan buah dari arahan Gubermur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang menginginkan inovasi dan juga pengentasan krisis pangan.
Baca Juga: Cara Membuat Kue Kacang Enak dan Mudah, Cocok untuk Sajian Lebaran
"CEO Scholl atau pendidikan petani milenial ini bagian dari respon krisis pangan yang terjadi secara global, ini langkah progresif, inovatif dan brilian yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil demi menghasilkan generasi yang unggul dan demi keberlangsungan Bangsa Indonesia," terang Arif Satria.
Dia menuturkan, petani milenial diharapkan bisa responsif terhadap segala perubahan, baik itu iklim atau lainnya. Mereka diyakini bisa menerapkan teknologi, memiliki visi bisnis dan memahami pasar secara baik.
"Yang membedakan masyarakat Indonesia dengan masyarakat Jepang ialah pendapatan per kapitanya, dimana mereka 40.000 USD per tahun, sedangkan kita belum mencapai 4.000 USD pertahun hingga untuk mengejarnya, kita harus mengubah mindset dan memiliki kemauan. Saya yakin, petani milenial ini punya visi yang hebat, kemauan yang kuat dan mindset yang terus berkembang hingga Indonesia mandiri secara pangan sesuai kata Bung Karno," tuturnya.
Arif Satria menjelaskan bahwa rata-rata umur petani di Indonesia sekitar 48 tahun dan 10 tahun lagi, umur atau usianya akan mencapai 58 tahun, hingga kita butuh regenerasi petani.
"Siapa yang akan menggantikan petani atau buruh tani saat ini, kalau bukan generasi milenial. Oleh karena itu kita harus melahirkan, menyiapkan dan mendidik petani milenial yang memiliki kemampuan mumpuni adalah sebuah keniscayaan," jelas Arif Satria. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


