Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sungai Cileungsi

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor mengadakan acara sosialisasi pengolahan air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA)

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sungai Cileungsi
Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor mengadakan acara sosialisasi pengolahan air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Putri.
INILAHKORAN, Gunung Putri-Masih dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor mengadakan acara sosialisasi pengolahan air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Putri Kabupaten Bogor.
 
Sosialisasi tersebut bermaksud memberikan edukasi kepada pelanggan tentang proses pengolahan air bersih khususnya di IPA Gunung Putri, yaitu mulai dari air baku (Sungai Cikeas) sampai menjadi air bersih. 
 
Kesempatan ini sekaligus menjawab penyebab gangguan pengaliran di wilayah pelayanan cabang Cileungsi dan Jonggol beberapa waktu yang lalu.
 
 
Dalam kegiatan ini mengundang perwakilan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan di wilayah Cileungsi dan Jonggol dan juga dihadiri oleh Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) yang berperan serta menjelaskan gambaran umum kondisi air Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi. 
 
Menurut Ketua KP2C Puarman, ada beberapa permasalahan Sungai Cikeas yaitu kondisi airnya coklat berlumpur yang dikarenakan erosi di hulu dan sedimenasi, sampah bambu dan sampah domestik rumah tangga.
 
"Selain banyak sampah rumpun bambu dan sampah rumah tangga, juga ada lumbah home industri seperti limbah pabrik tapioka yang tentunya sangat mengganggu proses pengolahan air di intalasi. Kedepan, kami menginginkan Sungai Cikeas dan Cileungsi kembali bersih tanpa limbah," ungkap Puarman, Kamis, (31/03/2022).
 
 
Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad dalam sambutannya menyampaikan upaya-upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut, mulai dari perhitungan ulang penggunaan bahan kimia, membentuk tim reaksi cepat tanggap, sosialisasi kepada pelanggan sebelum terjadi gangguan pengaliran hingga koordinasi dengan dinas terkait perihal pencemaran limbah di Sungai Cikeas.
 
"Selain berbagai upaya seperti pembentukan tim reaksi cepat tanggap, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan tentunya juga berharap mendapatkan dukungan penuh dari seluruh stakeholder termasuk pelanggan dalam menjaga kelestarian air baku (sungai) dan perlu adanya sumber sumber air baku yang baru guna menjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitas pelayanan air bersih di Kabupaten Bogor," kata Abdul Somad. (Reza Zurifwan)***


Editor : inilahkoran