INILAHKORAN, Megamendung-Dalam kurun waktu enam bulan, Kodim 0621 Kabupaten Bogor, dibantu PT. Eiger, Balai Pengelolaan Daerah Air Sungai (Bapedas) Polres dan Pemkab Bogor akan menanam 1 juta pohon di Bumi Tegar Beriman.
Penanaman aneka pohon tersebut, ialah lahan-lahan kritis, baik itu di daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung, Cisadane, Cikeas dan juga Cileungsi.
"Untuk menghijaukan kembali lahan-lahan kritis di Bumi Tegar Beriman dengan menanam 1 juta pohon dalam kurun waktu 6 bulan, Kodim 0621 dengan melibatkan 25 Koramil akan bekerjasama dengan PT. Eiger, Bapedas, Polres dan Pemkab Bogor untuk pelaksanaannya," kata Komandan Kodim 0621 Kabupaten Bogor Letkol (Kav) Gan Gan Rusgandara kepada wartawan, Rabu (31/03/2022).
Project Director PT. Eigerindo Multi Produk Industri Immanue Wirajaya menuturkan selain di beberapa DAS, penanaman pohon kayu dan buah juga dilakukan di lahan PT. Perkebunan Nusantara VIII yang berada di Kecamatan Megamendung dan Kecamatan Cisarua.
"Di lahan kritis yang berada du PT. Perkebunan Nusantara VIII yang berada di Kecamatan Megamendung dan Kecamatan Cisarua, dengan melibatkan warga sekitar, kami melakukan penanaman aneka pohon," tutur Immanuel.
Nunu sapaan akrabnya menjelaskan, untuk di lahan PT. PerkebunN Nusantara VIII, jajarannya bersama warga menanam pohon endemik khas Kawasan Puncak, seperti rasamala, ki sireum, puspa, kitambaga dan lainnya.
"Dengan penanaman 48 jenis pohon endemik, kami tidak hanya berharap giat tersebut meminimalisir bahaya bencana alam tanah longsor dan meningkatkan daya serap air, tetapi juga agar ekosistem hayati dan hewani di Kawasan Puncak juga ikut pulih," jelas Nunu.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Endah Nurmayanti mengaku akan mendata ulang luas lahan kritis di Bumi Tegar Beriman,pendataan ulang tersebut akan bekerjasama dengan Bapedas.
"Setelah penanaman 1 juta pohon ini, Pemkab Bogor dan Bapedas akan memonitor kelangsungan atau tumbuh kembang hidup pohon-pohon tersebut, kamu berharap, lahan-lahan kritis bisa menjadi lahan hijau kembali," tukas Endah. (Reza Zurifwan)***