900 Personel Gabungan Siap Amankan Mudik Lebaran di Kota Bogor

Wali Kota Bogor, Bima Arya yang didampingi unsur Forkompinda akan menerjunkan 900 personel gabungan untuk mengamankan mudik lebaran 2022

900 Personel Gabungan Siap Amankan Mudik Lebaran di Kota Bogor
Kota Bogor menerjunkan 900 personel gabungan untuk mengamankan mudik lebaran 2022
 
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor, Bima Arya yang didampingi unsur Forkompinda akan menerjunkan 900 personel gabungan untuk mengamankan mudik lebaran tahun 2022.
 
Pemerintah telah menetapkan libur nasional pada 2 dan 3 Mei 2022 mendatang dan juga cuti bersama dari 4 Mei hingga 6 Mei 2022.
 
"Berbeda dengan Idul Fitri tahun lalu, tahun ini pemerintah memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk dapat merayakan dan berkumpul bersama keluarga. Kegiatan mudik juga tidak dilarang dan tidak ada penyekatan di jalur-jalur lintasan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, sehingga kami akan terjunkan 900 personel gabungan Kota Bogor dari TNI/Polri dan unsur pemerintah," ungkap Bima kepada wartawan pada Selasa (26/4/2022) sore.
 
 
Bima melanjutkan, kebijakan untuk tidak melarang masyarakat melakukan perjalanan mudik telah ditanggapi euforia, ini terbukti dari survei litbang Kemenhub, diprediksi sekitar 85,5 juta masyarakat akan melaksanakan mobilitas selama lebaran, terkonsentrasi di Jawa dan Bali.
 
"Di sisi lain, kondisi pandemi sudah relatif terkendali, dimana tingkat penularan sudah di bawah angka satu, namun tetap pandemi belum selesai," tuturnya.
 
Bima membeberkan, menjelang lebaran dan mudik pun vaksinasi booster tidak lantas berhenti alias akan terus berlanjut. Saat ini Kota Bogor sudah melampaui angka 30 persen dan terus dikejar sampai mencapai angka 50 persen.
 
 
"Ketersediaan pangan juga sejauh ini tidak ada kelangkaan yang cukup berarti, kecuali harga-harga yang naik seperti biasa di bulan Ramadan dan minyak curah atau minyak kemasan yang masih diatas rata-rata. Kami monitor terus jalur distribusinya," bebernya.
 
Bima menambahkan, mengingat shalat ied sudah diizinkan dan dapat dilaksanakan seperti biasa, Pemkot bersama Ketua MUI akan menerbitkan aturan yang lebih teknis sebagai panduan sekaligus sosialisasi ke warga dan jamaah untuk melaksanakan shalat ied secara tertib, baik di masjid maupun di lapangan.
 
"Insya Allah kami akan merencanakan shalat ied di pusat kota bersama para pimpinan dan juga masyarakat," tambahnya.
 
 
Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, sebanyak 900 personel gabungan, yakni dari Pemkot, Kodim dan Polresta akan melakukan Operasi Ketupat Lodaya. Operasi ini dimajukan satu pekan lebih cepat, yang harusnya 28 April menjadi 22 April mengingat situasi di jalanan sudah ada peningkatan.
 
"Ada empat aspek yang menjadi objek operasi. Pertama adalah aspek kesehatan, aspek kelancaran, aspek keamanan dan aspek ekonomi yang harus diperhatikan," terangnya.
 
Susatyo memaparkan, diaspek kesehatan, masih terus digencarkan vaksinasi booster yang saat ini ada sekitar 70 sentra vaksin. Kemudian aspek kelancaran, pihaknya menyiapkan tujuh pos pengamanan termasuk pos yang terpusat yakni di Baranangsiang untuk melancarkan kegiatan-kegiatan masyarakat. Aspek keamanan, pihaknya akan melakukan patroli-patroli dan RT RW juga akan menjaga lingkungannya.
 
 
"Terakhir aspek ekonomi, kami memastikan bahwa tidak ada panic buying, semua kebutuhan bisa dipenuhi dan kita akan terus berkolaborasi dengan pusat atau Bulog, jika memang ada kondisi-kondisi yang memang langka di lapangan," pungkasnya. (rizki mauludi)***
 


Editor : inilahkoran