Bolehkah Makan di Acara Non Muslim? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad (UAS) membahas tentang hukum memakan makanan di acara non-Muslim.

Bolehkah Makan di Acara Non Muslim? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad
Bolehkah Makan di Acara Non Muslim? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

INILAHKORAN, Bandung – Pernahkah kamu diundang ke acara pernikahan, ulang tahun, atau perayaan lainnya yang diadakan oleh non-Muslim?

Di sana, kamu dihidangkan dengan berbagai macam makanan yang lezat. Tapi, muncul keraguan dalam diri, bolehkah menyantapnya?

Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad (UAS) membahas tentang hukum memakan makanan di acara non-Muslim.

Beliau menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan kehalalannya:

  1. Sumber Makanan

Pertama, perhatikan asal-usul makanan tersebut. Apakah berasal dari hewan yang disembelih dengan cara syariat Islam?

Atau, makanan tersebut diolah dengan bahan-bahan yang haram seperti daging babi, darah, atau alkohol?

  1. Cara Pengolahan

Kedua, perhatikan cara pengolahan makanannya. Jika kamu tidak yakin dengan proses masaknya, lebih baik untuk berhati-hati dan tidak memakannya.

  1. Suasana Acara

Ketiga, perhatikan suasana acara tersebut. Apakah acara tersebut merupakan ritual keagamaan non-Muslim? Jika ya, maka sebaiknya hindari memakan hidangan yang disediakan.

  1. Tujuan Menghadiri Acara

Keempat, perhatikan tujuan kamu menghadiri acara tersebut. Jika kamu hadir untuk menjalin silaturahmi dan dakwah, maka tidak masalah untuk memakan hidangan yang disediakan.

  1. Keyakinan Diri

Kelima, perhatikan keyakinan diri sendiri. Jika kamu merasa ragu atau tidak yakin dengan kehalalan makanan tersebut, maka lebih baik untuk tidak memakannya.

Ustadz Abdul Somad mengingatkan bahwa dalam Islam, kita diharuskan untuk selalu berhati-hati dalam memilih makanan.

“Lebih baik lapar daripada haram,” ujar Ustadz Abdul Somad.

Namun, beliau juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan non-Muslim.

“Kita boleh menjalin silaturahmi dengan mereka, tapi kita harus tetap menjaga keyakinan kita,” jelas Ustadz Abdul Somad.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan