BPBD Jabar Sebut Dampak Banjir Bandang di KBB, Desa Nyalindung Terparah
Di Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat BPBD mencatat sebanyak 90 rumah rusak parah di dua kecamatan, yakni Kecamatan Cipatat dan Kecamatan Ngamprah akibat meluapnya Sungai Cimeta.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat merilis dampak bencana banjir bandang yang menerjang dua kecamatan di Bandung Barat pada Sabtu 15 Maret 2025.
Di Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat BPBD mencatat sebanyak 90 rumah rusak parah di dua kecamatan, yakni Kecamatan Cipatat dan Kecamatan Ngamprah akibat meluapnya Sungai Cimeta.
"Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Cimeta meluap dan merendam puluhan rumah warga. Saat ini tercatat ada dua Kecamatan yang terendam banjir dampak dari meluapnya Sungai Cimeta" kata Pranata Ahli Humas BPBD Jabar Hadi Rahmat dalam keterangan resminya, Minggu 16 Maret 2025.
Hadi menyebut, banjir terjadi dibeberapa titik, diantaranya di Kampung Cibarengkok RT01/RW13 dan RT01/RW03, dan Kampung Guha Mulya RT01/RW14, Desa Nyalindung Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
"Selain itu, banjir juga menerjang Kampung Ciburial RW06 dan RW16, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat," sebutnya.
Tak cuma itu, sambung Hadi, dampak dari meluapnya Sungai Cimeta sebanyak 20 bangunan rumah di Desa Nyalindung terendam dan tiga unit fasilitas umum seperti jembatan terdampak.
"Imbasnya akses penghubung warga untuk sementara terputus. Sedangkan di Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, rumah yang terendam banjir mencapai 70 unit," terangnya.
Di Desa Nyalindung, terang Hadi, korban terdampak banjir bandang sebanyak 50 kepala keluarga dan petugas masih terus melakukan pendataan.
"BPBD Kabupaten Bandung Barat masih melakukan assessment," katanya.
Berdasarkan data hingga pukul 21:30 WIB, ketinggian air di Desa Nyalindung masih berkisar antara 40 sampai 300 CM. Sementara di Desa Margajaya ketinggian antara 10 sampai 50 CM.
"Saya imbau kepada petugas, jika ada informasi kebencanaan atau pantauan visual yang berada di wilayahnya masing-masing segera laporkan melalui perangkat kami," ungkapnya.
Sementara itu berdasarkan data dari Kantor Desa Nyalindung, sedikitnya 15 rumah mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir. Tembok-tembok rumah jebol diterjang arus air yang membawa material sampah dan lumpur.
“Data sementara kurang lebih ada 50 kepala keluarga ditambah 200 jiwa mengungsi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Meidi.
Bencana banjir yang menerjang Kabupaten Bandung Barat menyebabkan puluhan rumah warga terendam di dua kecamatan. Sehingga ratusan warga untuk sementara diungsikan.***
Editor : Ahmad Sayuti

