Cerita Warga Cibarengkok saat Detik-detik Banjir Bandang Terjang Kampungnya
Kampung Cibarenkok RT01/03, Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Banding Barat (KBB) menjadi salah satu wilayah yang diterjang banjir bandang terparah pada Sabtu 15 Maret 2025 sore.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kampung Cibarenkok RT01/03, Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Banding Barat (KBB) menjadi salah satu wilayah yang diterjang banjir bandang terparah pada Sabtu 15 Maret 2025 sore.
Setidaknya, sebanyak 44 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 144 jiwa menjadi korban bencana hidrometeorologi atau banjir bandang tersebut.
Peristiwa banjir bandang tersebut terjadi pada sore hari lantaran dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi dengan durasi yang lama. Kondisi itu mengakibatkan debit air di Sungai Cimeta yang merendam puluhan rumah warga di Desa Nyalindung.
"Awalnya pada sore hari ketinggian air sebatas mata kaki tapi semakin lama air semakin tinggi," kata Ketua RT setempat Zulkifli, Minggu 16 Maret 2024.
Akibat peristiwa tersebut, rumah warga termasuk miliknya terendam dan dinding rumah mengalami jebol akibat tidak mampu menahan derasnya air sungai.
"Setelah itu, air makin tinggi saya bergegas untuk menyelamatkan barang berharga salahsatunya motor," katanya.
"Tak lama berselang tembok mulai bergerak dan jebol saya langsung lari aja menyelamatkan diri dari pada terbawa arus sungai yang deras," jelasnya.
Zulkifli menyebut, peristiwa yang terjadi tersebut mengakibatkan kerusakan yang cukup parah. Hal itu lantaran air yang cukup tinggi menghantam dan merendam kediamannya.
"Air itu setinggi kurang lebih 2,5 meter hingga ke atas atap rumah juga nyampe," sebutnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KBB, Meidi menjelaskan, pihaknya langsung melakukan assesment di lokasi banjir bandang terutama warga terdampak.
"Kita tadi langsung membawa kebutuhan masyarakat seperti tempat tidur dan yang lainnya," kata Meidi.
Selain itu, pihaknya pun memastikan kebutuhan makanan warga terdampak bencana akan dipenuhi secara maksimal. Terlebih saat ini masyarakat terdampak tengah melaksanakan ibadah puasa.
"Kita berikan bantuan sembako untuk 2 hari yang pasti kebutuhan dasar warga terdampak akan dipenuhin termasuk kesehatannya," pungkasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti


