BPBD Kota Bandung Maksimalkan Edukasi Bencana Lewat Video

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, mulai mengalihkan strategi sosialisasi kebencanaan dari metode tatap muka ke pendekatan berbasis video.

BPBD Kota Bandung Maksimalkan Edukasi Bencana Lewat Video
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, mulai mengalihkan strategi sosialisasi kebencanaan dari metode tatap muka ke pendekatan berbasis video.

INILAHKORAN.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, mulai mengalihkan strategi sosialisasi kebencanaan dari metode tatap muka ke pendekatan berbasis Video.

Langkah itu diambil untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat, mengingat keterbatasan sosialisasi langsung yang selama ini dilakukan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, sosialisasi kebencanaan secara tatap muka baru menjangkau sebagian kecil warga. Dari total jumlah penduduk Kota Bandung, kegiatan langsung tersebut baru menyentuh sekitar dua persen.

“Kalau tatap muka, baru sekitar dua persen dari total penduduk Kota Bandung yang kami jangkau,” kata Didi Ruswandi, Rabu 14 Januari 2026.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, BPBD Kota Bandung memilih memanfaatkan media Video sebagai sarana edukasi yang dinilai lebih efektif dan mampu menjangkau lebih banyak kalangan. Video-Video kebencanaan tersebut, telah disalurkan ke satuan pendidikan aman bencana (SPAB) di Kota Bandung.

“Untuk meningkatkan jangkauan, kami akan menggunakan pendekatan Video. Satuan pendidikan aman bencana sudah kami beri Video,” ucapnya.

Selain sebagai media sosialisasi, Video tersebut juga menjadi bagian dari upaya penguatan literasi kebencanaan di kalangan pelajar. Didi menyebutkan, Wali Kota Bandung telah meminta dilakukan survei untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terkait kebencanaan.

“Wali Kota meminta survei untuk menilai seberapa melek siswa terhadap bencana,” ujar dia.

Melalui pendekatan tersebut, pihaknya berharap informasi kebencanaan tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah. Tetapi juga dapat disebarluaskan oleh para siswa ke keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan melakukan tindakan mandiri saat menghadapi situasi bencana.

“Kami berharap, informasi ini bisa disebarkan ke siswa agar mereka bisa melakukan tindakan mandiri saat bencana. Karena kami menilai, pemanfaatan media digital menjadi salah satu kunci dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat di tengah potensi bencana yang terus meningkat. Terutama di wilayah perkotaan padat penduduk seperti Kota Bandung," tandasnya.***


Editor : JakaPermana