BPBD Kota Bandung Siapkan Antisipasi Kekeringan

BPBD Kota Bandung mulai menyiapkan langkah antisipasi, menghadapi potensi kekeringan seiring berkurangnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir. 

BPBD Kota Bandung Siapkan Antisipasi Kekeringan
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, pihaknya belum menerima laporan warga yang meminta bantuan air bersih. (ilustrasi/dok)

INILAHKORAN.ID - BPBD Kota Bandung mulai menyiapkan langkah antisipasi, menghadapi potensi kekeringan seiring berkurangnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir. 

Meski belum ada permintaan langsung dari masyarakat, pemetaan wilayah rawan kekeringan sudah dilakukan memastikan kesiapan apabila kebutuhan air bersih meningkat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, pihaknya belum menerima laporan warga yang meminta bantuan air bersih. Namun persiapan operasional, telah dilakukan sebagai langkah awal menghadapi kemungkinan meluasnya dampak kekeringan.

“Sampai saat ini belum ada permintaan langsung untuk permintaan air bersih. Tetapu kami sudah mulai melakukan perencanaan, operasional sebagai langkah antisipasi apabila kondisi kekeringan semakin meluas,” kata Didi, Sabtu (18/7/2026).

Berdasarkan hasil pemetaan, sejumlah kawasan perkotaan memiliki potensi lebih besar mengalami keterbatasan pasokan air bersih. Kecamatan Antapani menjadi salah satu wilayah yang diperkirakan paling membutuhkan perhatian apabila kondisi kering berlangsung lebih lama.

“Wilayah yang paling banyak berpotensi membutuhkan bantuan air bersih adalah Kecamatan Antapani. Selain itu, ada juga beberapa wilayah lain yang cukup banyak mengalami keterbatasan air seperti Bacip dan Andir,” ucapnya.

Didi menjelaskan, potensi gangguan ketersediaan air bersih saat ini lebih banyak ditemukan di kawasan perkotaan dibandingkan wilayah Bandung Utara. Hingga kini, wilayah di kawasan atas Kota Bandung itu belum menjadi fokus utama dalam penanganan kekeringan.

“Untuk wilayah atas, sejauh ini belum menjadi perhatian utama. Potensi kebutuhan air bersih justru lebih banyak berada di kawasan perkotaan,” ujar dia.

Sebagai bentuk kesiapan, BPBD juga mulai membuka komunikasi dengan sejumlah lembaga filantropi yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial. Kolaborasi tersebut, diharapkan dapat memperkuat dukungan apabila masyarakat membutuhkan pasokan air bersih.

“Kemarin kami sudah mengundang beberapa pihak filantropi untuk membahas kemungkinan keterlibatan mereka dalam membantu penanganan kebutuhan air bersih. Keputusan mengenai keterlibatan tersebut akan dibahas kembali pada waktu dekat ini,” tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani