BPBD Tasikmalaya 24 Jam Siaga Bencana
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Tasikmalaya- Di tengah cuaca ekstrem yang belakangan memicu bencana di sejumlah wilayah Jawa Barat, puluhan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya harus selalu siap meninggalkan aktivitasnya kapan saja.
Hujan deras, pohon tumbang, hingga ancaman banjir menjadi kemungkinan yang harus mereka antisipasi setiap hari.
Bagi para petugas, kesiapsiagaan bukan sekadar menyiapkan kendaraan dan peralatan. Ada tanggung jawab untuk memastikan warga bisa mendapatkan pertolongan secepat mungkin ketika bencana datang.
Memasuki penetapan status siaga darurat bencana di tingkat Jawa Barat, BPBD Kota Tasikmalaya pun memperketat kesiapan operasional. Sebanyak 60 personel gabungan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas PB) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) disiagakan selama 24 jam penuh.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Terlebih, kejadian bencana akibat cuaca ekstrem mulai meningkat di sejumlah daerah.
"Seluruh peralatan dan kekuatan di BPBD Kota Tasikmalaya sudah dalam kondisi siap pakai. Personel Satgas kami bagi menjadi tiga regu dengan dukungan tambahan satu peleton beranggotakan 15 orang, serta diperkuat 69 relawan PB yang tersebar di setiap kelurahan," kata Budi, Rabu (4/11).
Di balik kesiapan tersebut, ada puluhan petugas yang harus memastikan setiap peralatan dapat digunakan sewaktu-waktu. Mereka tidak hanya mengandalkan tenaga manusia, tetapi juga berbagai kendaraan operasional untuk menjangkau lokasi bencana dengan kondisi medan yang berbeda.
BPBD menyiapkan sejumlah kendaraan roda empat, mulai dari kendaraan taktis Ranger, Hilux boks pengangkut kargo, Hilux bak, Hilux bak taktis kebakaran, hingga minibus non-kebakaran. Dua kendaraan pendukung jenis Elf dan Innova juga disiagakan untuk menunjang mobilitas petugas.
Untuk menjangkau kawasan dengan akses jalan sempit, tiga sepeda motor trail turut dipersiapkan. Sementara itu, dua kendaraan tangki air (water supply) disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air darurat dan dua perahu karet disiagakan untuk menghadapi kemungkinan banjir.
Ancaman pohon tumbang akibat angin kencang juga menjadi perhatian. Sebanyak 12 unit gergaji mesin (chainsaw) utama dan dua unit cadangan telah disiapkan agar petugas dapat segera melakukan penanganan ketika pohon tumbang menghalangi jalan atau membahayakan permukiman warga.
Kesiapan itu diperkuat melalui koordinasi lintas instansi. Dinas PUTR menyiapkan satu unit loader untuk membantu pengerahan alat berat. Adapun Dinas Perhubungan memberikan dukungan kendaraan crane untuk pemangkasan pohon berisiko tinggi, sementara Balai Jalan Provinsi turut menyediakan fasilitas skylift.
"Jika dibutuhkan pengerahan alat berat, dinas PUTR telah menyiagakan satu unit loader. Sementara untuk pemangkasan pohon berisiko tinggi, kami didukung kendaraan crane dari Dinas Perhubungan serta fasilitas skylift milik Balai Jalan Provinsi," ujar Budi.
Di tengah berbagai persiapan tersebut, ada kabar baik yang patut disyukuri. Hingga Rabu (4/11/2026), kondisi Kota Tasikmalaya masih relatif terkendali. Belum ada laporan kerusakan berat maupun korban jiwa akibat bencana.
Namun, kondisi yang masih aman bukan alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Bagi BPBD, kesiapsiagaan justru harus dilakukan sebelum keadaan darurat terjadi. (nunung nurohman)
Editor : Inilahkoran

