Vandalisme Mengusik Batutulis: Baru Dibuka Sudah Ternoda

CORETAN vandalisme merusak wajah baru trase Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis. Kesadaran menjaga fasilitas publik tetap menjadi kunci.

Vandalisme Mengusik Batutulis: Baru Dibuka Sudah Ternoda
AKSI VANDALISME: Coretan vandalisme di tembok jalan trase baru Batutulis, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan. Aksi vandalisme membuat Wali Kota Bogor Dedie A Rachim geram dan siap menindak tegas pelaku. Pemkot Bogor segera memasang CCTV guna mengawasi kawasan tersebut.(INILAH/Rizki Mauludi)

Oleh : Rizki Mauludi

Dinding tembok penahan tanah (TPT) di trase baru Jalan Saleh Danasasmita, kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, mulai menjadi sasaran aksi vandalisme.

Coretan yang muncul di fasilitas publik tersebut memantik kekesalan Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. Pemerintah Kota Bogor pun bersiap memasang kamera pengawas untuk mengidentifikasi pelakunya.

Dedie menegaskan, pemasangan CCTV akan segera dilakukan. Langkah itu diharapkan dapat membantu mengawasi kawasan tersebut agar vandalisme tak terjadi lagi. Selain itu, langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga wajah baru kawasan Batutulis.

"Ya, intinya sih kita akan pasang CCTV itu aja ya, kita pasang CCTV segera. Untuk sanksinya nanti kami lihatlah. Yang pasti kalau benar-benar sayang sama Bogor mah enggak mungkin atau mau merusak, ya," kata Dedie kepada INILAH, di Balai Kota Bogor, Rabu (4/11).

Menurut Dedie, kebebasan berekspresi melalui seni grafiti semestinya tetap memperhatikan ruang dan tempat. Coretan yang dibuat tanpa memperhatikan estetika justru hanya mengotori lingkungan dan merusak fasilitas yang telah dibangun untuk kepentingan bersama.

Pemkot Bogor, kata dia, telah menyediakan taman khusus untuk kegiatan corat-coret. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat yang ingin menyalurkan kreativitas melalui seni grafiti tanpa harus merusak ruang publik lainnya.

"Ya, bukan hanya sekadar mengotori. Dan sudah kami siapkan taman corat-coret, silakan dipakai taman corat-coret. Jadi jangan merusak, jangan mengotori fasilitas publik," jelasnya.

Persoalan vandalisme ini bukan perkara mudah bagi pemerintah wilayah. Lurah Lawanggintung Erika Sriwahyuni menilai, aksi tersebut sulit dicegah apabila tidak disertai kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum. Pelaku bahkan diduga sengaja memilih waktu tertentu agar terhindar dari pengawasan.

"Vandalisme itu memang perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab. Sepanjang kami menjaga, mereka juga akan terus kucing-kucingan melakukan vandalisme. Tidak hanya di Lawanggintung, ketika melihat lahan kosong yang dianggap cocok untuk mengekspresikan diri, pasti akan dituangkan di situ," ungkap Erika.

Saat ini, trase baru Jalan Saleh Danasasmita masih berada dalam masa uji coba dan pemeliharaan. Setiap kali ditemukan coretan, pihak pelaksana proyek, PT Promix, langsung melakukan pembersihan agar kondisi jalan tetap terjaga.

Namun, membersihkan tembok berulang kali dinilai belum cukup untuk menghentikan aksi serupa. Erika berharap pemerintah kota menyiapkan aturan yang lebih tegas, baik melalui peraturan daerah maupun peraturan wali kota, sehingga pelaku vandalisme mendapat sanksi yang menimbulkan efek jera.

"Kalau seperti ini terus, kami seperti bermain kucing-kucingan. Harus ada penanganan serius atau aturan yang mengatur, sehingga ada efek jera ketika seseorang tertangkap tangan melakukan vandalisme," tegasnya. (gin)


Editor : Inilahkoran